Asal Muasal Proyek Ambruk di Desa Batoporo Barat Sampang Mulai Terkuak, Diduga Ada Konspirasi Jahat

Selasa, 4 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi proyek pembangunan plengsengan yang ambruk gak karuan di Desa Batoporo Barat

Kondisi proyek pembangunan plengsengan yang ambruk gak karuan di Desa Batoporo Barat

SAMPANG, Detikzone.id –  Asal usul Proyek pembangunan plengsengan di Desa Batoporo Barat, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, yang ambruk gak karuan mulai terkuak, Selasa, (04/02/2025).

Kabarnya, proyek pembangunan plengsengan yang hancur berantakan itu ditengarai kegiatan program jaringan aspirasi masyarakat (Jasmas) .

Bahkan tidak sesuainya fulus anggaran dengan kualitas pengerjaan yang amburadul tersebut diduga adanya konspirasi jahat. Sebab, anggaran ratusan juta hanya terealisasi puluhan juta sesuai fakta di Lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi tersebut terkuak saat awak media melakukan konfirmasi kepada pelaksana proyek pembangunan plengsengan Fahri.

Fahri membenarkan bahwa proyek yang ambruk tersebut merupakan proyek yang ia garap.

Ditanya soal asal muasal proyek, Fahri menyebut, proyek itu melalui program kegiatan jaringan aspirasi masyarakat (Jasmas) dari Provinsi Jatim tahun anggaran 2024.

Ia mengaku, proyek yang digarapnya itu hasil dari ngesub sebesar Rp 45 juta.

Akan tetapi, Fahri tidak menjelaskan secara detail dari siapa dirinya mendapat proyek.

“Iya proyek itu punya Saya, itu adalah Jasmas provinsi. Saya ngesub ngambil 45 juta,” kata Fahri pelaksana proyek pembangunan plengsengan yang ambruk di desa Batoporo Barat. Senin, (03/02/2025).

Disinggung soal besaran anggaran, Fahri tidak mengetahui secara pasti. Akan tetapi kata dia, besaran anggaran proyek tersebut sekitar Rp 150 juta.

“Dananya sekitar 100 sampai 150 juta,” ungkapnya.

Kendati demikian, Fahri (pelaksana), terkait kerusakan atau ambruknya proyek plengsengan tersebut dirinya akan bertanggung jawab memperbaiki.

“Itu kewajiban Saya, jangan khawatir Saya siap memperbaiki,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya di media ini edisi Minggu (02/02/2025) dengan judul berita, “Diduga Asal Jadi, Proyek Pembangunan Plengsengan di Desa Batoporo Barat Ambruk Gak Karuan”.

Diberita itu, proyek tersebut dikeluhkan warga inisial (M) lantaran tidak lama selesai pekerjaan proyek sudah ambruk. Saat itu, warga juga menduga pekerjaan pembangunan plengsengan yang tidak terpasang papan informasi proyek dikerjakan asal-asalan. Warga M (inisial) menyebut bahwa proyek ambruk itu merupakan milik seseorang bernama Fahri (pelaksana).

“Ini baru selesai dikerjakan sekitar satu bulan yang lalu mas. Saya menduga pekerjaan ini asal-asalan, sebab pada pekerjaan awal pasangan batu ada kejanggalan, terlihat batu tipis ditata lalu dikasih lolo (campuran adukan pasir dan semen) dari luar, pantas saja habis kena hujan langsung roboh,” ungkap warga inisial (M). Sabtu, (01/02/2025).

Selain itu, pelaksana pekerjaan proyek pembangunan plengsengan diduga tidak ada pemberitahuan kepada pemerintah desa (Pemdes) Batoporo Barat saat proyek dilaksanakan. Sehingga Ahmad Fauzan selaku PJ Kades setempat tidak mengetahui asal muasal proyek tersebut (red).

“Itu saya terus terang dari awal memang tidak ada pemberitahuan dan tidak ada izin tentang proyek itu, paling tidak kan ada pemberitahuan atau izin. Saya sudah konfirmasi ke Kasun nya, itu memang dari dana proyek tapi dia (Kasun) juga tidak paham itu proyek apa dari Pokmas, DAU, atau DAK, karena tidak ada pemberitahuan, cuma barangkali proses pengajuannya mungkin sebelumnya. Yang mengerjakan (Tukang) proyek itu namanya Khusairi,” kata Ahmad Fauzan Pj Kades Batoporo, saat pemberitaan sebelumnya.

Penulis : Agus Junaidi

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru