Probolinggo, Detikzone.id – Sudah membayar tiket masuk wisata gunung Bromo, Fasilitas prasarana toiletnya masih memberlakukan pungutan yang dibebankan terhadap wisatawan yang menggunakannya. 24/02/2025.
Beberapa wisatawan dilakukan penarikan fulus sebesar Rp 5000.
Padahal, notabenenya toilet tersebut adalah milik Negara, yang diduga sebagai prasarana fasilitas tempat wisata. Apalagi pihak petugas bukan lah dari petugas Kementrian yang berwenang, pihak toilet juga tidak memberikan tanda bukti pembayaran seperti karcis. Sehingga wisatawan khawatir bahwa praktik ini seperti pungutan liar (PUNGLI).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seperti (HNI) wisatawan yang mengaku dari Bandung bersama dua temannya, ditemui Detikzone.id disekitar parkiran jip mengatakan.
“Kami masing masing membayar Rp 5000, tetapi tidak diberikan karcis,” keluhnya.
Mereka juga membandingkan dengan toilet gratis milik swasta yang bekerjasama dengan perusahaan Negara.
“Toilet di SPBU milik swasta yang hanya kerja sama dengan Negara saja Gratis, ini toilet milik Negara malah bayar. Padahal kita masuk tempat ini sudah bayar tiket masuknya,” tuturnya.
Sementara, saat ditemui di toilet (ML) Petugas toilet menyampaikan bahwa dirinya menyetor hasil penarikannya kepada kordinator nya (SB) setiap hari. Dan (SB) menyetor kan kepada Koperasi setiap bulan.
Ketika dipertanyakan tentang nama koperasi tempat mereka setor hasil pungutan nya, (ML) menunjukan tulisan pemberitahuan yang tertempel di dinding toilet.
Toilet ini dikelola oleh koperasi TNBTS bersama masyarakat. 2. Dengan membayar sebesar Rp 5000, anda telah ikut serta menjaga kebersihan toilet dan penyedia airnya.” demikian keterangan pemberitahuan yang di tempel di dinding toilet dan diakhir kalimat ada nama NING INDAH RUKMI, S.Hut, M.Si.
Berkenan dengan itu, Kepala Bidang Wilayah 1 BB TN BTS Bambang Suriyono S.Hut, M.Ec. Dev., M.A , membenarkan bahwa toilet tersebut milik TNBTS.
“Iya. Untuk info lebih lanjut konfirmasi ke Humas ya,” jelas Bambang melalui WhatsApp.
Hingga berita ini terbit, Humas TNBTS masih belum bisa di hubungi.
Bersambung
Penulis : Andri







