Kediri, detikzone.id — Suntari, oknum Perangkat Desa Plosolor, Kecamatan Ploso Klaten, Kabupaten Kediri yang menjabat sebagai Kaur Keuangan di bawah kepemimpinan Kepala Desa Pujiyono, diduga terus melakukan berbagai cara untuk menutupi kebobrokannya.
Pasalnya, Suntari tengah berupaya secara maksimal menyelamatkan diri dari sorotan kasus dugaan Penipuan dan Penggelapan uang beserta bonus para anggota investasi bodong miliknya.
Melalui panggilan WhatsApp, Suntari mengomentari berita Detikzone.id yang sudah tayang beberapa hari sebelumnya,
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Lah Kulo matur njenengan kengken klarifikasi teng balai desa niku pak, kersane pak lurah mengeluarkan uang, ngoten loh, karep kulo teng mriku pak. ( Lah saya bilang ke anda menyuruh klarifikasi di balai desa itu pak, supaya pak Kades mengeluarkan uang gitu loh, keinginan saya gitu pak) ,” pintanya.
Bahkan oknum perangkat desa tersebut meminta pemberitaan negatif mengenai dirinya untuk dihapus (takedown) dengan iming iming fulus Rp 1 juta.
“Kan itu sudah terlanjur di up (beritakan -red) dan media sosial tiktok itu ditarik aja gimana pak. Kira-kira umpama ada uang satu juta, terus tapi jangan ditayangkan lagi pak,” tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, Suntari selaku pemilik investasi bodong berkedok tabungan, dua kali mediasi terbukti ingkar janji sementara 37 anggota investasinya menantikan pembayaran beserta bonus-bonusnya.
Penulis : Bimo







