Diduga Kecewa Bayar Ratusan Juta, Empat Unit Kendaran Milik Calo Jual Beli Jabatan Pj. Kades di Sampang Dibakar OTK

Senin, 7 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, Detikzone.id – Dugaan jual beli jabatan di Sampang yang mengakibatkan empat Unit Kendaraan Calo dibakar oleh Orang Tak Dikenal (OTK) ditengarai kecewa karena telah membayar uang hingga ratusan juta.

Kasus pembakaran 4 unit kendaraan milik S, warga Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, yang diduga sebagai calo jual beli jabatan PJ. Kepala Desa di Sampang, 07/04/2025

Pihak berwajib perlu melakukan investigasi yang menyeluruh dan transparan untuk mengungkap siapa pelaku pembakaran
4 unit kendaraan dan motif di balik tindakan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, perlu juga dilakukan evaluasi terhadap proses pengangkatan pejabat untuk memastikan bahwa proses tersebut berjalan sesuai dengan prosedur dan tidak ada praktik jual beli jabatan.

“Diduga ada yang kecewa berat terhadap S. Karena sudah setor besar, tapi jabatan yang dijanjikan tidak turun. Bisa jadi itu penyebab mobilnya dibakar,” ujar warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan, dikutip dari media Jawapes.com.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dalam sebuah rekaman suara tersebut disinyalir pengakuan seorang tokoh di Banyuates Sampang berinisial DM bahwa semua tim pemenangan Jimad di Kecamatan Banyuates, yang menginginkan jabatan Pj Kades harus membayar kepada Ketua Korcam yang berinisial S.

“Bayar semua kalau Desa Trapang itu paling sedikit Rp 50 juta sampai Rp 100 juta, kalau di Desa Lar-Lar itu Rp 200 juta,” kata pengakuan seorang tokoh berinisial D.

Tokoh yang berinisial D tersebut yang juga tim pemenangan Jimad Sakteh di Kecamatan Banyuates juga mengungkapkan bahwa yang belum membayar ada sekitar empat desa. Diantaranya, Kembang Jeruk, Jatra Timur, Banyuates, dan juga Batioh.

“Kalau yang lain lunas semua, tinggal empat desa yang belum membayar. Kalau dananya disetorkan kepada S, karena kalau di Banyuates yang punya akses langsung ke Bapak hanya S selaku Korcam,” ungkapnya.

Sementara itu Kapolsek Banyuates, AKP Sunarno, membenarkan adanya insiden pembakaran mobil tersebut.

Pihaknya menegaskan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.

“Motifnya masih dalam penyelidikan,” tegasnya.

Penulis : Anam Sakti

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru