Pengadaan Hewan Qurban di Pemkab Probolinggo Diduga Gunakan Praktek Pinjam Bendera

Selasa, 17 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ponidi, Staf bagian Kesra Pemkab Probolinggo

Foto : Ponidi, Staf bagian Kesra Pemkab Probolinggo

Probolinggo- Pengadaan hewan qurban Pemkab Probolinggo senilai ratusan juta diduga ada praktik “pinjam bendera”

Praktek “pinjam bendera” yakni, sebuah perusahaan kontraktor atau orang per orang, yang tidak mengikuti tender, tapi mengerjakan pengadaan proyek.

Mengutip dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di sebutkan,nama kegiatan Pengadaan hewan qurban pada kegiatan fasilitas pengelolaan bina mental spiritual dengan anggaran Rp.124.454.000,00 (seratus dua puluh empat juta empat ratus lima puluh empat ribu).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berkaitan dengan hal tersebut, Kabag Kesra Kabuopaten Probolinggo Moh Syarifuddin melalui stafnya Ponidi saat dikonfirmasi mengatakan, pinjam meminjam bendera itu diperbolehkan dengan cara memberikan keuntungan kepada pemilik bendera.

“Tergantung dari pemilik bendera dan peminjam, nanti kan ada kesepakatan antara keduanya denga berbagi keuntungan atau fee,” ucapnya Senin (16/6/2025)

Namun, Ponidi tidak bersedia memberikan penjelasan kepada wartawan,padahal “pinjam bendera” perusahaan kepada pihak lain tidak diperbolehkan secara hukum dan memiliki risiko yang sangat tinggi.

Praktik ini dianggap sebagai pelanggaran hukum dan dapat berimplikasi pada sanksi pidana dan perdata.

Total ada tujuh hewan qurban yang diberikan kepada tujuh penerima, diantaranya 3 ekor sapi, dua ekor jantan dan satu ekor limosin, kemudian empat (4) ekor domba.

Menanggapi hal itu, Budi Hariyanto ketua DPC Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Projamin Probolinggo sangat menyayangkan ada nya praktik “pinjam bendera”.

Sebab kata dia, di dalam itu ada dugaan bagi bagi keuntungan. Lagi pula anggaran ratusan juta hanya untuk membeli tiga ekor sapi dan empat ekor domba. Bahkan ia menyebut, harga itu perlu dikalkulasi.

“Ada dugaan mark -up dalam pengadaan hewan qurban ini, kita telusuri dan cari informasi lagi ke lapangan,” tegasnya.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Menakar Ketegasan Polisi di Pusaran Perjudian Kediri: Komitmen Kamtibmas atau Sekadar Retorika?
LSM PIAR Desak Audit Aset Daerah yang Dijadikan Dapur SPPG, Minta BPPKAD dan BGN Bertindak
Baru Diaspal, Jalan Mawar Indah Probolinggo Sudah Bergelombang, Warga Pertanyakan Kualitas Pengerjaan
Sempat Memanas di WhatsApp dan TikTok, Perselisihan Eks Karyawan dengan Pimpinan Salon di Kediri Berakhir Damai
Dugaan Praktik Perjudian di Ngancar Menantang Taji APH: Warga Tuntut Langkah Nyata
Temukan Jasad Bayi Laki-Laki di Kawasan Hutan Karet Mojo Kediri, Warga Lapor Polisi Minta Pelaku Segera Ditangkap
Icha Chellow dan Mala Agatha Dilaporkan Yakuza Maneges ke Polresta Malang Kota
Keluhan Warga Morosunggingan Belum Tuntas, Dugaan Penyimpangan Pupuk Subsidi Kembali Menjadi Sorotan

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:07 WIB

Menakar Ketegasan Polisi di Pusaran Perjudian Kediri: Komitmen Kamtibmas atau Sekadar Retorika?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:03 WIB

LSM PIAR Desak Audit Aset Daerah yang Dijadikan Dapur SPPG, Minta BPPKAD dan BGN Bertindak

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:20 WIB

Baru Diaspal, Jalan Mawar Indah Probolinggo Sudah Bergelombang, Warga Pertanyakan Kualitas Pengerjaan

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:52 WIB

Sempat Memanas di WhatsApp dan TikTok, Perselisihan Eks Karyawan dengan Pimpinan Salon di Kediri Berakhir Damai

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:09 WIB

Dugaan Praktik Perjudian di Ngancar Menantang Taji APH: Warga Tuntut Langkah Nyata

Berita Terbaru