Surabaya, Detikzone.id — Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, HM. Syukron Fahmi, menyatakan dukungan terhadap rencana Pemerintah Kota Surabaya untuk menginisiasi Peraturan Daerah (Perda) tentang pengendalian minuman beralkohol.
“Kami mendukung inisiatif ini karena pengendalian alkohol bukan sekadar aturan, tapi bagian dari menjaga moral publik dan ketertiban sosial,” ujar Gus Fahmi, begitu ia kerap disapa, Senin (6/1/2025) dikutip dari artikel jatimupdate.id.
Namun, dukungan itu kini menjadi sorotan publik usai beredarnya sejumlah foto dan video yang memperlihatkan sosok diduga Gus Fahmi tengah berada di tempat hiburan malam dan berpesta minuman keras bersama sejumlah temannya. Foto dan video tersebut diunggah melalui akun Instagram pribadinya, @Fahmi_chusaini, pada (18/4/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sosok dalam unggahan itu diduga kuat adalah Gus Fahmi sendiri, tokoh muda GP Ansor Jatim sekaligus putra dari KH. Husein Ilyas, ulama kharismatik asal Mojokerto. Unggahan ini pun menjadi sorotan luas di media sosial, mengingat posisinya sebagai tokoh publik yang aktif di kepengurusan Nahdlatul Ulama (NU).
Menanggapi hal tersebut, Gus Haikal, cucu dari KH. Achmad Shiddiq, mantan Rois Aam Syuriah PBNU asal Jember melontarkan kritik tajam. Dalam keterangannya kepada jurnalis Detikzone di Kota Kediri, Rabu (25/6/2025) malam, ia menyayangkan sikap Gus Fahmi yang dinilai tidak pantas.
“Sebagai ulama, apalagi pengurus Nahdlatul Ulama dan GP Ansor, tempat seperti itu bukanlah tempat dakwahnya dan sangat tidak pantas. Kecuali dia Wali Allah yang benar-benar punya tugas suci. Kalau ulama biasa seperti Fahmi begitu, itu namanya nakal. Jangan coba-coba menyelam, pasti dia akan tenggelam,” tegas Gus Haikal.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kehati-hatian dalam bersosial, terutama bagi tokoh agama yang menjadi panutan umat.
“Untuk tokoh-tokoh panutan, hendaknya memperhatikan satu maqolah penting: اتقوا مواضع التهمة – takutlah kalian pada tempat-tempat yang bisa menimbulkan prasangka buruk terhadapmu. Kecuali bagi orang-orang yang memang maqomnya berdakwah amar ma’ruf nahi munkar di tempat-tempat munkarot,” imbuhnya.
Publik kini menanti klarifikasi resmi dari Gus Fahmi maupun GP Ansor Jatim atas kontroversi yang mencuat di tengah sorotan terhadap moralitas tokoh muda NU.
Penulis : Bimo
Editor : Enno







