Kediri, detikzone.id – Final turnamen bola voli antar pelajar SMA/SMK se-Kediri Raya bertajuk “Wali Kota Cup 2025” yang digelar Sabtu (19/7/2025) malam di Lapangan Voli Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, menjadi ajang tak hanya untuk menunjukkan bakat olahraga para pelajar, namun juga momentum edukasi penting bagi masyarakat.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Jawa Timur Wilayah Kediri, Adi Prayitno, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada para wali murid serta peserta terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) atau Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2025.
Di hadapan ratusan penonton yang hadir, Adi menyampaikan keprihatinannya atas beredarnya informasi keliru seputar proses penerimaan siswa baru. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada pihak-pihak yang mengklaim dapat membantu proses masuk sekolah dengan cara-cara tidak resmi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadi, kalau nanti bingung soal SPMB, entah pas ketemu teman lama, arisan, atau kumpul warga, bertanyalah kepada narasumber yang benar. Kalau bingung, tanya ke sekolah atau ke cabdin. Jangan percaya orang yang tidak paham, nanti malah duitnya hilang dan anak bisa tidak masuk sekolah,” ujarnya tegas.
Lebih lanjut, Adi menegaskan bahwa pihak Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri selalu membuka diri terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. Ia menyambut baik segala bentuk saran sepanjang bersifat membangun dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
“Insyaallah, Cabang Dinas tidak alergi. Kami senang jika ada masukan dari masyarakat Kediri Raya, asalkan niatnya untuk kebaikan. Kritik itu sehat kalau bersifat konstruktif. Tapi kalau sifatnya merusak dan memecah belah, tentu itu tidak akan membawa manfaat,” imbuhnya.
Pernyataan tersebut disambut baik oleh para hadirin, termasuk tokoh masyarakat dan aktivis pendidikan yang hadir di lokasi. Salah satunya adalah Supriyo, Dewan Pengawas LSM Sahabat Boro Jarakan (SAROJA) Kota Kediri, yang juga bertindak sebagai tuan rumah penyelenggara turnamen.
Dalam sambutannya, Supriyo menegaskan bahwa masyarakat harus tetap waspada terhadap keberadaan oknum calo yang sering muncul menjelang masa PPDB. Ia juga memberikan apresiasi kepada Kacabdin Adi Prayitno atas komitmennya menjaga transparansi dan integritas proses penerimaan siswa baru.
“Dengan tegas saya katakan, jangan pernah tergiur janji calo yang mengatasnamakan siapa pun. Jangan mudah percaya pada pihak yang mengklaim bisa masukkan anak ke sekolah mana saja. Di tangan Pak Adi, PPDB tahun ini berlangsung clear and clean. Saya yakin, sistem ini akan tetap bersih untuk ke depannya,” ucap Supriyo lantang, disambut tepuk tangan hadirin.
Turnamen bola voli “Wali Kota Cup 2025” yang diinisiasi oleh Paguyuban SAROJA ini menjadi lebih dari sekadar kompetisi olahraga. Acara ini juga menjadi wadah mempererat komunikasi antara dunia pendidikan, masyarakat, dan pemerintah daerah.
Wali murid dan pelajar yang hadir mengaku senang dengan adanya penyampaian informasi langsung dari pejabat pendidikan. Bagi mereka, ini merupakan langkah nyata yang membantu masyarakat lebih paham prosedur dan hak-hak dalam dunia pendidikan, khususnya pada masa yang rawan dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab.
Selain pertandingan yang berlangsung seru dan kompetitif, suasana malam itu juga terasa edukatif dan penuh semangat kebersamaan. Masyarakat berharap kegiatan serupa terus digelar secara rutin, tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana penyampaian informasi penting dan membangun kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan yang bersih, adil, dan terbuka.
Penulis : Bimo







