Ketua Kades Pantura Sampang Ultimatum Petronas: Ganti Rugi Rumpon Nelayan atau Angkat Kaki dari Madura

Kamis, 31 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ketua Kepala Desa Pantura Sampang, Moch Wijdan

Foto : Ketua Kepala Desa Pantura Sampang, Moch Wijdan

SAMPANG, Detikzone.id — Perusahaan migas asal Malaysia, Petronas Carigali, kembali menjadi sorotan lantaran belum juga menuntaskan pembayaran ganti rugi kerusakan rumpon milik nelayan di perairan Pantai Utara (Pantura) Madura. Kerusakan itu diduga akibat aktivitas eksplorasi 3D Seismik Migas hampir setahun terakhir. Namun hingga kini, penyelesaiannya justru makin kabur.

Petronas berdalih kewajiban pembayaran sudah diselesaikan melalui pihak ketiga, PT Elnusa. Bahkan, Manager Petronas, Erik Yoga, dalam pernyataan terbarunya justru melempar tanggung jawab ke Pemerintah Kabupaten Sampang dengan meminta para nelayan menyampaikan protes ke Bupati. Sikap itu menuai kemarahan berbagai pihak yang menilai Petronas mencoba lepas tangan dari tanggung jawab.

Ketua Kepala Desa Pantura Sampang, Moch Wijdan, mengaku hampir setiap hari menerima keluhan dari para tokoh nelayan di tiga kecamatan di Sampang serta dari Kecamatan Batumarmar dan Pasian, Pamekasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Petronas jangan mempermainkan rakyat kecil. Segera bayar ganti rugi rumpon yang rusak. Sudah hampir setahun nelayan menunggu, tapi tak kunjung ada kepastian,” tegas pria yang akrab disapa Bun Wid, Rabu (30/07/2025).

Saat ditanya soal dugaan keterlibatan Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, Bun Wid memilih bersikap hati-hati. Ia menilai kecil kemungkinan bupati terlibat, namun membuka peluang adanya permainan oknum di balik berlarutnya ganti rugi.

“Saya yakin Bupati berpihak pada rakyat. Tapi mustahil Petronas, perusahaan besar, bisa tidak membayar. Saya menduga ada oknum yang bermain di belakang ini,” ujarnya.

Sebagai Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI), Bun Wid memastikan tidak akan tinggal diam. Ia berjanji menelusuri ke mana aliran dana ganti rugi sebenarnya mengalir dan siapa yang bertanggung jawab.

“Kalau terbukti digelapkan, Petronas harus bayar lagi. Kalau tetap membandel, saya siap berdiri bersama rakyat dan mendukung pengusiran Petronas dari Madura,” tegasnya.

Penulis : Anam

Berita Terkait

Dari Situbondo ke Banyuwangi, Perjuangan Mencari Keadilan Berbuah Apresiasi untuk POMAL
Fasilitas Sepi Bak “Wisata Gaib”, Anggaran Kebersihan Gerbang Wisata Sukapura Probolinggo Sedot Rp400 Juta Lebih
Remaja Situbondo Diduga Dianiaya Prada TNI AL di Dalam Rumah, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Pengusaha Rokok Madura Kompak Melawan! Tolak SKM Golongan III Berlaku Nasional, Khawatir Industri Lokal Tumbang dan Ribuan Pekerja Kehilangan Harapan
Kue Ulang Tahun Picu Badai Etik! Kasat Reskrim Polres Sidrap Dilaporkan ke Propam Mabes Polri
Usai Menggetarkan Indonesia Lewat Sederet Aksi Kemanusiaan Secara Masif, Founder BIP Ali Zainal Abidin Kini Luncurkan LBH Gratis untuk Masyarakat Kecil
Bumi Pamekasan Terancam, PMII Desak Penertiban Tambang Ilegal
Operasi Rokok Ilegal di Candi Sidoarjo Tuai Sorotan, Pedagang Kecil Mengeluh, Pabrik Besar Belum Tersentuh?

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 20:05 WIB

Dari Situbondo ke Banyuwangi, Perjuangan Mencari Keadilan Berbuah Apresiasi untuk POMAL

Senin, 1 Juni 2026 - 10:41 WIB

Fasilitas Sepi Bak “Wisata Gaib”, Anggaran Kebersihan Gerbang Wisata Sukapura Probolinggo Sedot Rp400 Juta Lebih

Senin, 1 Juni 2026 - 00:06 WIB

Remaja Situbondo Diduga Dianiaya Prada TNI AL di Dalam Rumah, Keluarga Tempuh Jalur Hukum

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:12 WIB

Pengusaha Rokok Madura Kompak Melawan! Tolak SKM Golongan III Berlaku Nasional, Khawatir Industri Lokal Tumbang dan Ribuan Pekerja Kehilangan Harapan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:17 WIB

Kue Ulang Tahun Picu Badai Etik! Kasat Reskrim Polres Sidrap Dilaporkan ke Propam Mabes Polri

Berita Terbaru