Tragis, Anak Dibawah Umur di Sampang Diduga Jadi Korban Persetubuhan dan Pencabulan

Jumat, 1 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Sampang-  Kasus tragis kekerasan seksual kembali terjadi. Kali menimpa anak dibawah umur inisial R (17), warga Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Jumat, (01/07/2025).

R, diduga menjadi korban persetubuhan dan pencabulan yang terjadi pada Senin (28/07/2025) di Desa Gunung Rancak.

Menurut pengakuan korban, kejadian itu bermula pada saat koban diajak BL teman perempuannya hang datang bersama BS (pria/Terlapor) untuk menghadiri acara pengajian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemudian  ia berangkat berboncengan tiga menaiki sepeda motor menuju ke arah utara. Namun tiba-tiba kendaraan yang ditumpanginya berhenti dipinggir jalan. Setelah itu, BL turun dari sepeda motor.

Selanjutnya korban dan BS berboncengan pergi meninggalkan BL untuk membeli sesuatu.

“Saya pergi ke arah utara Ketapang untuk beli-beli, setelah itu saya dibawa mampir kerumah temannya BS (terlapor) yang saya tidak tau namanya dan setelah itu kita berangkat lagi lewat jalan tembusan ke Ketapang Timur sampai tembus ke Pasar Lempong,” kata korban saat diwawancarai Detikzone.id, Kamis (31/07/2025).

Setelah itu, korban menghubungi BL menanyakan keberadaannya.

Korban kembali diajak pergi ke arah Ketapang oleh BS (terlapor). Namun, ditengah perjalanan dirinya bertemu BL yang sedang bersama temannya berinisial FR.

Lantas korban diajak lagi oleh BL untuk membeli jajanan seraya pergi ber-4 ke Ketapang menaiki sepeda motor hingga dijanjikan akan diantar pulang.

Bukannya diantar pulang, terduga pelaku malah membawa koran ke Desa Gunung Rancak, salah-satu rumah inisial FR yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) dimana peristiwa memilukan itu terjadi.

“Anggapan Saya, sudah mau pulang tapi ternyata masih berbelok ke Gunung Rancak ke Rumah FR. Terus saya duduk bersama BL, kemudian datang lagi satu pria yang merupakan temannya FR. Lalu mereka memaksa Saya dan BL untuk melakukan pers*t*b*h*n. Yang melakukan kepada saya adalah BS (inisial) sebanyak satu kali,” ungkapnya.

Pasca dari kejadian itu, korban bersama keluarnganya melaporkan peristiwa nahas tersebut ke Polres Sampang pada Rabu, 30 Juli 2025.

Sejak kejadian tersebut, korban mengalami trauma. Pihak keluarga meminta Polres Sampang agar segera melakukan tindakan atas Pelaporannya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kasi Humas Polres Sampang Ipda Gama Rizaldi, mengatakan belum mendapatkan informasi perihal laporan tersebut lantaran dirinya masih berada di luar kota.

“Mohon waktu, Sabar mas ya. Ini soalnya saya telfon belum diangkat,” ucapnya.

Penulis : AN

Berita Terkait

Pengusaha Rokok Madura Kompak Melawan! Tolak SKM Golongan III Berlaku Nasional, Khawatir Industri Lokal Tumbang dan Ribuan Pekerja Kehilangan Harapan
Kue Ulang Tahun Picu Badai Etik! Kasat Reskrim Polres Sidrap Dilaporkan ke Propam Mabes Polri
Usai Menggetarkan Indonesia Lewat Sederet Aksi Kemanusiaan Secara Masif, Founder BIP Ali Zainal Abidin Kini Luncurkan LBH Gratis untuk Masyarakat Kecil
Bumi Pamekasan Terancam, PMII Desak Penertiban Tambang Ilegal
Operasi Rokok Ilegal di Candi Sidoarjo Tuai Sorotan, Pedagang Kecil Mengeluh, Pabrik Besar Belum Tersentuh?
Pengusaha Rokok Sidoarjo Haji Samsul Huda Mengemuka dalam Dugaan Skandal Cukai Rokok, KPK Didesak Tidak Tebang Pilih
Datang Ambil Kardus, Pria di Sapeken Sumenep Justru Diciduk Polisi
Skandal Kades Situbondo Kian Membara: 1 Dinonaktifkan, 4 Desa Dibidik Inspektorat, Dana Desa Rp15 Miliar Jadi Sorotan

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:12 WIB

Pengusaha Rokok Madura Kompak Melawan! Tolak SKM Golongan III Berlaku Nasional, Khawatir Industri Lokal Tumbang dan Ribuan Pekerja Kehilangan Harapan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:17 WIB

Kue Ulang Tahun Picu Badai Etik! Kasat Reskrim Polres Sidrap Dilaporkan ke Propam Mabes Polri

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:58 WIB

Usai Menggetarkan Indonesia Lewat Sederet Aksi Kemanusiaan Secara Masif, Founder BIP Ali Zainal Abidin Kini Luncurkan LBH Gratis untuk Masyarakat Kecil

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:09 WIB

Bumi Pamekasan Terancam, PMII Desak Penertiban Tambang Ilegal

Senin, 18 Mei 2026 - 14:07 WIB

Operasi Rokok Ilegal di Candi Sidoarjo Tuai Sorotan, Pedagang Kecil Mengeluh, Pabrik Besar Belum Tersentuh?

Berita Terbaru