Rekan Indonesia Jatim Gembok Pagar Cabdin Kediri, Tuntut Hentikan Pungutan Berkedok Iuran Komite Sekolah

Senin, 11 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEDIRI, Detikzone.id – Aksi damai yang digelar Rekan Indonesia Jawa Timur bersama sejumlah elemen masyarakat di depan Kantor Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Wilayah Kediri, Senin (11/8/2025), viral di berbagai platform media sosial.

Massa menuntut dihentikannya dugaan pungutan liar di sekolah-sekolah tingkat SMA yang dibungkus sebagai sumbangan atau iuran komite.

Dalam orasinya, koordinator aksi, Bagus Romadhon, menyatakan bahwa gerakan ini lahir dari kekecewaan terhadap masih maraknya pungutan di sekolah, meski pemerintah telah mencanangkan program pendidikan gratis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Praktik ini jelas membebani siswa dari keluarga kurang mampu. Kami menuntut Cabdin dan pihak sekolah mengeluarkan edaran resmi bahwa uang komite dan iuran tidak bersifat wajib. Kalau benar sukarela, tidak boleh ada paksaan,” tegasnya.

Dikatakannya, sejak awal tahun, pihaknya telah menerima sedikitnya 300 aduan masyarakat, termasuk dari siswa penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang tetap diminta membayar iuran penuh, bahkan setelah mengajukan keringanan.

“Ada yang dipatok Rp130 ribu. Ini tidak adil. Jangan sampai ada siswa dipermalukan atau ijazahnya ditahan hanya karena tidak mampu membayar,” tambah Bagus.

Informasi yang dihimpun jurnalis media Detikzone, aksi ini akan berlangsung selama satu bulan penuh, dari 11 hingga 31 Agustus 2025.

Massa tidak hanya berorasi di depan Cabdin Kediri setiap hari, tetapi juga mendatangi sekolah-sekolah seperti SMA 1, SMA 2, SMA 3, dan SMA 8.

Di pertengahan bulan, mereka berencana menyambangi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur serta mengajukan pengaduan resmi ke kejaksaan dan Polres Kediri.

Dengan membawa atribut kreatif seperti bendera bergambar karakter kartun, kompor, dan tenda, massa menunjukkan keseriusan mereka “berkemah” di lokasi aksi.

Sebagai puncak protes, Bagus menggembok pagar Cabdin Kediri sebagai simbol tertutupnya ruang dialog.

“Sejak aksi dimulai, tak ada satu pun perwakilan dinas yang menemui kami,” ungkapnya.

Rekan Indonesia membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang keberatan dengan pungutan sekolah melalui nomor 0821-5800-0699.

“Pendidikan adalah hak semua warga negara. Kami akan terus mengawal agar pendidikan benar-benar gratis sesuai program pemerintah,” tutup Bagus.

Penulis : Bimo

Berita Terkait

Dugaan Praktik Perjudian di Ngancar Menantang Taji APH: Warga Tuntut Langkah Nyata
Temukan Jasad Bayi Laki-Laki di Kawasan Hutan Karet Mojo Kediri, Warga Lapor Polisi Minta Pelaku Segera Ditangkap
Icha Chellow dan Mala Agatha Dilaporkan Yakuza Maneges ke Polresta Malang Kota
Keluhan Warga Morosunggingan Belum Tuntas, Dugaan Penyimpangan Pupuk Subsidi Kembali Menjadi Sorotan
Arisan Diduga Berujung Petaka, Owner Famash Beauty Dilaporkan ke Polda Jatim, Korban Klaim Rugi Ratusan Juta
Diduga Ada Selisih Informasi, Arena Sabung Ayam Kokop Bangkalan Masih Beroperasi Meski Dilaporkan Sepi
Datangi Markas Pusat Yakuza Maneges di Kediri, Santri Asal Pemalang Klarifikasi Hinaan di Media Sosial
Gerak Kilat Satreskrim Polres Sampang: Bongkar Skenario Gelap Pencabulan Berantai, 12 Predator Diringkus dan 15 Lainnya Masih dalam Pengejaran

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:09 WIB

Dugaan Praktik Perjudian di Ngancar Menantang Taji APH: Warga Tuntut Langkah Nyata

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:21 WIB

Temukan Jasad Bayi Laki-Laki di Kawasan Hutan Karet Mojo Kediri, Warga Lapor Polisi Minta Pelaku Segera Ditangkap

Senin, 13 Juli 2026 - 22:57 WIB

Icha Chellow dan Mala Agatha Dilaporkan Yakuza Maneges ke Polresta Malang Kota

Senin, 13 Juli 2026 - 19:42 WIB

Keluhan Warga Morosunggingan Belum Tuntas, Dugaan Penyimpangan Pupuk Subsidi Kembali Menjadi Sorotan

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:12 WIB

Arisan Diduga Berujung Petaka, Owner Famash Beauty Dilaporkan ke Polda Jatim, Korban Klaim Rugi Ratusan Juta

Berita Terbaru