PAMEKASAN – Dunia spiritual kembali tercoreng ulah oknum dukun cabul. Seorang perempuan di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, berinisial EL (30), diduga menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang dukun berinisial SB (50), warga Kecamatan Batumarmar.
Kejadian bejat itu berlangsung pada Rabu (13/08/2025) malam di rumah korban. Berdasarkan keterangan keluarga, awalnya pelaku meyakinkan korban bahwa dirinya memiliki kemampuan spiritual untuk membaca penyakit nonmedis. Dengan dalih mengusir energi negatif, pelaku mengajak korban menjalani ritual pengobatan.
Tragisnya, saat prosesi ritual berlangsung, pelaku menyuruh suami korban keluar dari kamar. Begitu situasi sepi, pelaku justru melakukan tindakan cabul terhadap korban.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia memulai dengan pijatan, lalu melanjutkan dengan perbuatan tak senonoh hingga memasukkan jarinya ke organ vital korban. Akibat perlakuan tersebut, korban sempat tak sadarkan diri serta mengalami bengkak pada paha dan pinggang.
“Korban jelas terperdaya. Dengan dalih pengobatan, pelaku malah melancarkan aksinya. Keesokan harinya kami dampingi korban melapor ke Polres Pamekasan,” ungkap salah satu keluarga korban, Jumat (15/08/2025).
Polisi bergerak cepat. Terduga pelaku SB berhasil ditangkap di rumahnya pada Kamis (14/08/2025).
Sementara Kasatreskrim, AKP Doni Setiawan, melalui Kasi Humas Polres Pamekasan, AKP Jupriadi, membenarkan penangkapan tersebut.
“Benar, pelaku sudah kita amankan. Saat ini statusnya tersangka dan sedang menjalani proses hukum lebih lanjut,” tegasnya, Sabtu (16/08/2025).
Kasus ini menambah panjang daftar praktik cabul berkedok pengobatan spiritual di Madura. Masyarakat diminta lebih waspada agar tidak mudah terperdaya iming-iming pengobatan nonmedis yang justru berpotensi menjadi modus pelecehan.
Penulis : A.Junaidi
Editor : Redaksi








