Dugaan Persekongkolan Busuk, PNPM Seret Pemkab Sampang, SKK Migas, dan Petronas ke Meja Hukum

Selasa, 26 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan nelayan Pantura Madura bersama LPK Trankonmasi Jatim saat melaporkan dugaan korupsi Rp21 miliar dana rumpon ke Kejati Jawa Timur, Selasa (26/08/2025).

Puluhan nelayan Pantura Madura bersama LPK Trankonmasi Jatim saat melaporkan dugaan korupsi Rp21 miliar dana rumpon ke Kejati Jawa Timur, Selasa (26/08/2025).

SURABAYA, Detikzone.id – Gelombang perlawanan nelayan Pantura Madura akhirnya pecah di Surabaya. Puluhan nelayan Sampang dan Pamekasan yang tergabung dalam Persatuan Nelayan Pantura Madura (PNPM) resmi melaporkan dugaan korupsi Rp21 miliar dana kompensasi rumpon ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Selasa (26/08/2025).

Para nelayan tidak melangkah sendiri. Mereka datang bersama Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Trankonmasi Jawa Timur dan DPC Projo Sampang sebagai wujud perlawanan hukum terhadap apa yang mereka sebut sebagai “pengkhianatan negara” terhadap masyarakat kecil.

Ketua LPK Trankonmasi Jawa Timur, Faris Reza Malik, menyebut laporan ini bukan sekadar keluhan, melainkan perlawanan atas dugaan penggelapan uang rakyat pesisir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang kami laporkan adalah Pemkab Sampang, SKK Migas, dan Petronas. Bukti-bukti sudah kami lampirkan, termasuk dokumen transfer dana dan data resmi lainnya,” tegas Faris.

Menurutnya, dana ganti rugi rumpon sudah dicairkan sejak September 2024. Namun, nelayan hingga kini tidak pernah menerima haknya.

“Dugaan kami dana itu nyantol di Pemkab Sampang. Karena berdasarkan keterangan SKK Migas, kewajiban Petronas dan SKK Migas sudah disalurkan melalui Pemkab. Tapi faktanya, nelayan nihil menerima apa-apa,” bebernya.

Faris bahkan menuding adanya persekongkolan busuk antara Dinas Perikanan Pemkab Sampang, SKK Migas, hingga oknum tertentu yang sengaja menutup-nutupi aliran dana. “Nelayan terus diombang-ambing dengan janji, sementara miliaran rupiah itu entah dikemanakan,” ujarnya.

Kasus ini kini menjadi bola panas di meja Kejati Jatim. Nelayan menuntut agar penegak hukum berani membongkar dugaan mafia anggaran yang merampas hak masyarakat pesisir.

“Kalau uang nelayan saja bisa raib, berarti mafia itu nyata. Kami mendesak Kejati segera panggil semua pihak yang terlibat, tanpa pandang bulu. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas,” tutup Faris.

Dengan laporan resmi ini, publik menunggu apakah Kejati Jatim berani menelusuri jejak uang Rp21 miliar yang hilang bak ditelan laut, atau justru membiarkan nelayan terus jadi korban permainan para elit.

Penulis : Anam

Editor : A. Junaidi

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru