Pulang Nonton Adu Layangan, Pemuda Campaka Sumenep Jadi Korban Pengeroyokan Brutal

Sabtu, 30 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Korban pengeroyokan brutal

Foto : Korban pengeroyokan brutal

SUMENEP Desa Campaka, Kecamatan Pasongsongan, diguncang insiden tragis. Seorang pemuda berinisial M (27) menjadi korban pengeroyokan keji usai menyaksikan adu layangan di Desa Lebeng Timur, Kamis (28/8/2025). Ajang yang seharusnya menjadi hiburan rakyat justru berakhir dengan darah dan luka.

Dalam perjalanan pulang, M disergap sejumlah pemuda dari belakang. Meski berusaha menahan serangan dengan menggenggam tangan dua pelaku, korban tak kuasa menghadapi pukulan beruntun dari pelaku lainnya yang menghantam wajah dan lehernya tanpa belas kasih.

“Saya dipukul dari belakang. Saya tahu siapa pelakunya,” ungkap M dengan wajah lebam, Sabtu (30/8/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibat pengeroyokan brutal itu, korban mengalami luka di wajah, pelipis kanan, dan leher. Lebih dari sekadar fisik, kejadian tersebut menyisakan trauma mendalam bagi korban dan keluarganya.

Keluarga korban menegaskan tidak akan tinggal diam. Mereka memastikan akan melaporkan peristiwa itu kepada aparat kepolisian, sembari mendesak agar para pelaku segera diproses hukum.

“Kami menuntut keadilan. Pelaku harus dihukum seberat-beratnya. Jangan biarkan mereka seenaknya melukai orang lain hanya karena hal sepele,” tegas salah seorang anggota keluarga korban.

Mereka juga menilai tindakan biadab itu tidak bisa dianggap remeh, sebab menyangkut rasa aman masyarakat.

“Polisi harus bertindak cepat, tegas, tanpa kompromi. Jangan sampai kasus ini dibiarkan berlarut,” pungkasnya.

Hingga berita ini terbit, korban  mempersiapkan untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polisi.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Isu “Sapi Raib” BUMDes Paowan Dibantah, Pemdes Tegaskan Penjualan Sudah Sesuai Prosedur
Pamit Cari Sapi, Pria Ini Ditemukan Tinggal Kerangka di Hutan Baluran
Demi Negara, KPK Didesak Bongkar Total Dugaan Skandal Pita Cukai di Sidoarjo, Bos Rokok Slava Bold H. Samsul Huda Disorot
Data Tak Sinkron di Lapangan, Warga Miskin Probolinggo Berdesil Tinggi, BPS dan Dinsos Saling Klarifikasi
Kasus Cukai Makin Panas, Sultan Pamekasan Haji Junaidi dan HJS Mdr Mencuat, KPK Didesak Bongkar Tanpa Sisa
Pusaran Gelap Pita Cukai Madura: Dugaan Pelanggaran Sistemik Seret PR HJS Mdr Pamekasan, KPK Dalami Jejak Skandal
Janji Busuk Pihak BTN Sumenep, Sertifikat Atas Nama Nasabah Hingga Kini Tak Diberikan Meski Rumah Lunas 4 Bulan Lalu
Sudah Kelewat Batas! Sertifikat KPR BTN Sumenep Tertahan 4 Bulan Meski Sudah Lunas

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:28 WIB

Isu “Sapi Raib” BUMDes Paowan Dibantah, Pemdes Tegaskan Penjualan Sudah Sesuai Prosedur

Kamis, 16 April 2026 - 23:07 WIB

Pamit Cari Sapi, Pria Ini Ditemukan Tinggal Kerangka di Hutan Baluran

Selasa, 14 April 2026 - 19:03 WIB

Demi Negara, KPK Didesak Bongkar Total Dugaan Skandal Pita Cukai di Sidoarjo, Bos Rokok Slava Bold H. Samsul Huda Disorot

Senin, 13 April 2026 - 14:18 WIB

Data Tak Sinkron di Lapangan, Warga Miskin Probolinggo Berdesil Tinggi, BPS dan Dinsos Saling Klarifikasi

Senin, 13 April 2026 - 12:29 WIB

Kasus Cukai Makin Panas, Sultan Pamekasan Haji Junaidi dan HJS Mdr Mencuat, KPK Didesak Bongkar Tanpa Sisa

Berita Terbaru