BC Madura Diam, Rokok Ilegal Boss Caffe Latte Justru Terjaring di Sulawesi

Jumat, 12 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret nyata lemahnya pengawasan: rokok ilegal Boss Caffe Latte yang bersarang di Madura justru digagalkan peredarannya di Sulawesi

Potret nyata lemahnya pengawasan: rokok ilegal Boss Caffe Latte yang bersarang di Madura justru digagalkan peredarannya di Sulawesi

PAMEKASAN— Mafia rokok ilegal di Pamekasan seakan menari di atas panggung tanpa lawan. Sementara itu, Bea Cukai (BC) Madura di bawah kendali Novian Dermawan justru dinilai hanya menjadi penonton, membiarkan bisnis haram ini tumbuh subur.

Rokok merek Boss Caffe Latte, yang disebut-sebut milik RD, menjadi contoh nyata. Produksinya jelas bersarang di Pamekasan, namun ironisnya justru Bea Cukai Makassar yang berhasil menggagalkan distribusinya pada April 2025 lalu.

Ribuan batang rokok ilegal itu dicegat saat hendak dikirim ke berbagai daerah, mulai Maros, Barru, Luwuk Utara, Gorontalo, Konawe, Poso, hingga Kepulauan Banggai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Publik pun dibuat geram. Bagaimana mungkin wilayah hukum Bea Cukai Madura dibiarkan jadi ladang emas mafia, sementara aparat setempat seolah tak berkutik.

Tim investigasi Detikzone asal Pamekasan menegaskan, pembiaran ini sudah kelewatan.

“BC Madura tahu betul di mana pabriknya, siapa bos-bosnya, dan bagaimana distribusinya. Tapi sampai hari ini tak ada gebrakan berarti. Jangan-jangan sengaja dibiarkan? Malu, rokok ilegal di wilayah sendiri justru dibongkar oleh aparat luar daerah,” ujarnya, Jumat (12/9/2025).

Desakan agar Kementerian Keuangan turun tangan langsung kian keras. Warga Pamekasan R meminta pertanggungjawaban para pejabat Bea Cukai Madura yang dianggap gagal menjalankan tugas.

“Ini tamparan yang sangat memalukan. Rokok merek Boss Caffe Latte dibiarkan Merajalela di Pamekasan namun justru ditangkap di Makassar,” ujar R.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Bea Cukai Madura Novian Dermawan belum bisa dimintai klarifikasi.

Sementara itu, tim investigasi Detikzone menyatakan sudah mengantongi daftar merek rokok ilegal beserta nama-nama bos besar yang selama ini dibiarkan merajalela.

Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan hanya wibawa penegakan hukum yang runtuh, tetapi juga kerugian negara dari cukai yang mencapai miliaran rupiah setiap harinya.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Polresta Sumenep Bergerak, Dugaan Persetubuhan Anak Berujung Penahanan
Puluhan Paket Sabu Nyaris 50 Gram Dibongkar Polsek Masalembu, Pria 44 Tahun Diamankan
Lagi-lagi Pelecehan Seksual Anak : Didampingi Yakuza Maneges, Oknum Marbot Masjid Diserahkan ke Polresta Sidoarjo
Motor Petani Raib dari Garasi, Polisi Sumenep Berhasil Amankan Pelaku
Aksi Pencurian Rombong Jagung di Sumenep Terekam CCTV, Pelaku Diciduk di Pamekasan
Satresnarkoba Polresta Sumenep Bongkar Peredaran Sabu 81,53 Gram
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan 102 Botol Miras dari Dua Lokasi
GP Ansor Rubaru Sumenep Desak Penanganan Serius Dugaan Kekerasan Seksual Anak

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 16:23 WIB

Polresta Sumenep Bergerak, Dugaan Persetubuhan Anak Berujung Penahanan

Senin, 7 September 2026 - 14:42 WIB

Puluhan Paket Sabu Nyaris 50 Gram Dibongkar Polsek Masalembu, Pria 44 Tahun Diamankan

Kamis, 3 September 2026 - 18:31 WIB

Lagi-lagi Pelecehan Seksual Anak : Didampingi Yakuza Maneges, Oknum Marbot Masjid Diserahkan ke Polresta Sidoarjo

Kamis, 3 September 2026 - 12:14 WIB

Motor Petani Raib dari Garasi, Polisi Sumenep Berhasil Amankan Pelaku

Kamis, 3 September 2026 - 11:59 WIB

Aksi Pencurian Rombong Jagung di Sumenep Terekam CCTV, Pelaku Diciduk di Pamekasan

Berita Terbaru

SOSBUD

Tempo Berjudi di Madura 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 17:59 WIB