PROBOLINGGO, detikzone.id – Kasus dugaan korupsi Bantuan Operasional Program (BOP) vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo hingga kini masih terus diproses Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.
Kasi Intel Kejari Kabupaten Probolinggo, Taufik Eka Purwanto, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Jumat (19/9/2025), menyebutkan bahwa perkara ini masih dalam tahap penyidikan. “Kasus ini masih dalam proses penyidikan,” singkatnya.
Kasus dugaan penyelewengan dana BOP PMK ini menjadi sorotan publik. Pasalnya, sudah sembilan bulan berjalan, namun Kejari Kabupaten Probolinggo belum juga menetapkan tersangka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai informasi, pada tahun 2023 Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan vaksin PMK sebanyak 130 ribu dosis. Sementara pada triwulan pertama tahun 2024, kembali disalurkan vaksin sebanyak 25 ribu dosis.
Dugaan korupsi mencuat setelah adanya penggeledahan ruang Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo pada Jumat (20/12/2024). Penggeledahan dilakukan untuk mengumpulkan bukti terkait dana Bantuan Operasional Program (BOP), yakni insentif sebesar Rp25 ribu per dosis vaksin. Dana tersebut seharusnya digunakan untuk biaya operasional sekaligus insentif bagi petugas vaksinasi hewan ternak di lapangan.
Hingga kini, publik masih menantikan langkah tegas Kejari Kabupaten Probolinggo dalam menuntaskan kasus yang menyangkut dana ratusan juta rupiah tersebut.
Penulis : Moch Solihin







