Keluarga Oknum Aparat di Pamekasan Diduga Jadi Bandar Rokok Ilegal 54ryaku, BC Tak Bisa Apa apa, Menkeu Didesak Bergerak

Selasa, 30 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rokok ilegal ‘54ryaku’ di Pamekasan, bebas beroperasi seolah kebal hukum di bawah pengawasan Bea Cukai Madura

Rokok ilegal ‘54ryaku’ di Pamekasan, bebas beroperasi seolah kebal hukum di bawah pengawasan Bea Cukai Madura

PAMEKASAN – Kabupaten Pamekasan, Madura, kini kian lekat dengan stigma sebagai “surga rokok bodong”. Alih-alih surut, produksi dan peredaran rokok ilegal justru semakin marak, seakan menantang keras peringatan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang berkomitmen memberantas para pelakunya.

Fakta terbaru, Detikzone id mendapati rokok ilegal merek “54ryaku” beredar luas di pasaran. Sumber terpercaya menyebut, rokok tersebut ditengarai milik keluarga besar seorang oknum polisi di Pamekasan yang kini bertugas di Polres Sampang.

 “Rokok merk ‘54ryaku’ itu miliknya Haji AF (inisial), bapak dari seorang anggota polisi berinisial JN. Sedangkan kendali produksi disebut-sebut dipegang AL, adik dari JN,” beber sumber.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beredarnya rokok ilegal ini kian menimbulkan tanda tanya besar. Pasalnya, peredarannya berjalan mulus seakan mendapat restu diam-diam dari aparat penegak hukum setempat hingga Bea Cukai Madura.

Sumber lain mengungkap, dulunya pemilik rokok “54ryaku” sempat berkongsi dengan Haji Horrah, pengusaha rokok ilegal merek “Suryaku” asal Desa Blumbungan. Namun karena pecah kongsi, keduanya kini berproduksi secara terpisah.

Publik pun menagih janji Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa yang menegaskan akan turun tangan langsung memberantas peredaran rokok ilegal di Madura.

“Menkeu Purbaya jangan hanya cuap-cuap di media, tapi harus segera turun ke Pamekasan agar pelaku rokok ilegal tidak semakin merasa kebal hukum,” desak aktivis pengamat Bea Cukai Jawa Timur, Ahmadi.

Menurut Ahmadi, Pamekasan sudah terkenal sebagai surga produksi rokok ilegal yang dibiarkan bebas. Kondisi ini jelas menimbulkan kerugian negara akibat hilangnya potensi cukai sekaligus mengancam kesehatan masyarakat.

Tak hanya itu, program Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang digelontorkan miliaran rupiah setiap tahun dinilai hanya seremonial belaka, tanpa hasil konkret di lapangan.

Di sisi lain, Kepala Bea Cukai Madura, Novian Dermawan, belum dapat dimintai keterangan terkait maraknya peredaran rokok ilegal di wilayah hukumnya.

Situasi ini menimbulkan dugaan serius soal ketidakprofesionalan pengawasan, sekaligus mempertanyakan integritas aparat penegak hukum. Lebih jauh, bebasnya peredaran rokok ilegal di Pamekasan dinilai sebagai tamparan terhadap kewibawaan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang telah berkomitmen memberantas segala bentuk kejahatan.

Tim investigasi Detikzone masih terus menelusuri jejak bisnis rokok ilegal yang kian menggurita di bumi Gerbang Salam.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Sakit Hati Usai Bercerai, Pria di Kediri Nekat Bakar Rumah dan Kendaraan Mantan Istri
Menakar Ketegasan Polisi di Pusaran Perjudian Kediri: Komitmen Kamtibmas atau Sekadar Retorika?
LSM PIAR Desak Audit Aset Daerah yang Dijadikan Dapur SPPG, Minta BPPKAD dan BGN Bertindak
Baru Diaspal, Jalan Mawar Indah Probolinggo Sudah Bergelombang, Warga Pertanyakan Kualitas Pengerjaan
Sempat Memanas di WhatsApp dan TikTok, Perselisihan Eks Karyawan dengan Pimpinan Salon di Kediri Berakhir Damai
Dugaan Praktik Perjudian di Ngancar Menantang Taji APH: Warga Tuntut Langkah Nyata
Temukan Jasad Bayi Laki-Laki di Kawasan Hutan Karet Mojo Kediri, Warga Lapor Polisi Minta Pelaku Segera Ditangkap
Icha Chellow dan Mala Agatha Dilaporkan Yakuza Maneges ke Polresta Malang Kota

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:54 WIB

Sakit Hati Usai Bercerai, Pria di Kediri Nekat Bakar Rumah dan Kendaraan Mantan Istri

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:07 WIB

Menakar Ketegasan Polisi di Pusaran Perjudian Kediri: Komitmen Kamtibmas atau Sekadar Retorika?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:03 WIB

LSM PIAR Desak Audit Aset Daerah yang Dijadikan Dapur SPPG, Minta BPPKAD dan BGN Bertindak

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:20 WIB

Baru Diaspal, Jalan Mawar Indah Probolinggo Sudah Bergelombang, Warga Pertanyakan Kualitas Pengerjaan

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:52 WIB

Sempat Memanas di WhatsApp dan TikTok, Perselisihan Eks Karyawan dengan Pimpinan Salon di Kediri Berakhir Damai

Berita Terbaru