Dugaan Korupsi Rp 21 Miliar Ganti Rugi Rumpon Nelayan, Manager Petronas Diperiksa Maraton 6 Jam di Kejati Jatim

Kamis, 16 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, Detikzone.id – Suhu Gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendadak memanas, Rabu (15/10/2025). Manager Petronas Carigali Indonesia, Erik Yoga, harus menjalani pemeriksaan maraton selama enam jam terkait dugaan korupsi dana ganti rugi rumpon senilai Rp 21 miliar.

Kasus ini mencuat setelah Persatuan Nelayan Pantura Madura melayangkan laporan resmi yang menuding adanya penyimpangan dalam pencairan dana kompensasi hasil kerja sama dengan perusahaan migas asal Malaysia itu.

Pantauan Detikzone.id, sejak pagi suasana di Kejati Jatim tampak tegang. Erik Yoga datang dengan pengawalan ketat, berpenampilan rapi dengan kemeja putih dan masker hitam, namun memilih diam seribu bahasa saat dihujani pertanyaan awak media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Begitu turun dari mobil dinasnya, Erik langsung menuju ruang pemeriksaan yang dijaga petugas internal. Tumpukan berkas tebal terlihat berpindah tangan di antara staf kejaksaan—menandakan penyidik sedang membongkar data serius.

Sekitar pukul 14.30 WIB, Erik keluar dengan wajah kaku dan langkah cepat. Ia menolak menjawab satu pun pertanyaan wartawan. “No comment,” katanya singkat sebelum masuk ke kendaraan dinas yang sudah menunggu di halaman.

Sumber internal Kejati Jatim mengungkapkan, pemeriksaan itu menyoroti dugaan penyelewengan aliran dana kompensasi yang seharusnya diterima langsung oleh nelayan di wilayah Pantura Madura. Namun, sebagian dana diduga lenyap di tengah jalan.

 “Ada ketidaksesuaian antara jumlah yang disalurkan dan jumlah yang diterima nelayan,” ujar sumber yang enggan disebut namanya.

Kebenaran pemeriksaan tersebut dibenarkan Khoirul Anam, Sekretaris Lembaga Perlindungan Konsumen Trankonmasi Jawa Timur, yang juga menjadi pelapor.

 “Benar, Erik Yoga diperiksa penyidik Kejati Jatim. Kami ingin proses hukum ini berjalan transparan, tanpa intervensi siapa pun,” tegasnya.

Anam menegaskan, lembaganya telah menyerahkan bukti transfer, dokumen perjanjian, dan daftar penerima kompensasi yang janggal. “Ada indikasi kuat bahwa sebagian dana tidak pernah sampai ke tangan nelayan. Ini bukan sekadar kelalaian, tapi kejahatan ekonomi yang menyengsarakan rakyat pesisir,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Kejati Jatim masih menutup rapat detail pemeriksaan. Garin, staf layanan informasi Kejati, hanya mengatakan bahwa bidang Pidana Khusus (Pidsus) akan menangani kasus ini lebih lanjut.

“Nanti kalau sudah masuk tahap berikutnya, akan disampaikan resmi oleh Penkum,” ujarnya singkat.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Isu “Sapi Raib” BUMDes Paowan Dibantah, Pemdes Tegaskan Penjualan Sudah Sesuai Prosedur
Pamit Cari Sapi, Pria Ini Ditemukan Tinggal Kerangka di Hutan Baluran
Demi Negara, KPK Didesak Bongkar Total Dugaan Skandal Pita Cukai di Sidoarjo, Bos Rokok Slava Bold H. Samsul Huda Disorot
Data Tak Sinkron di Lapangan, Warga Miskin Probolinggo Berdesil Tinggi, BPS dan Dinsos Saling Klarifikasi
Kasus Cukai Makin Panas, Sultan Pamekasan Haji Junaidi dan HJS Mdr Mencuat, KPK Didesak Bongkar Tanpa Sisa
Pusaran Gelap Pita Cukai Madura: Dugaan Pelanggaran Sistemik Seret PR HJS Mdr Pamekasan, KPK Dalami Jejak Skandal
Janji Busuk Pihak BTN Sumenep, Sertifikat Atas Nama Nasabah Hingga Kini Tak Diberikan Meski Rumah Lunas 4 Bulan Lalu
Sudah Kelewat Batas! Sertifikat KPR BTN Sumenep Tertahan 4 Bulan Meski Sudah Lunas

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:28 WIB

Isu “Sapi Raib” BUMDes Paowan Dibantah, Pemdes Tegaskan Penjualan Sudah Sesuai Prosedur

Kamis, 16 April 2026 - 23:07 WIB

Pamit Cari Sapi, Pria Ini Ditemukan Tinggal Kerangka di Hutan Baluran

Selasa, 14 April 2026 - 19:03 WIB

Demi Negara, KPK Didesak Bongkar Total Dugaan Skandal Pita Cukai di Sidoarjo, Bos Rokok Slava Bold H. Samsul Huda Disorot

Senin, 13 April 2026 - 14:18 WIB

Data Tak Sinkron di Lapangan, Warga Miskin Probolinggo Berdesil Tinggi, BPS dan Dinsos Saling Klarifikasi

Senin, 13 April 2026 - 12:29 WIB

Kasus Cukai Makin Panas, Sultan Pamekasan Haji Junaidi dan HJS Mdr Mencuat, KPK Didesak Bongkar Tanpa Sisa

Berita Terbaru