Polres Sampang Diduga Lepas Pelaku Kasus MinyakKita Oplosan, Isu Mahar Rp100 Juta Mengemuka

Kamis, 16 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANGDetikzone.id – Kasus dugaan produksi dan peredaran minyak curah ilegal yang dikemas ulang menjadi “Minyak Kita” di Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, kembali menyita perhatian publik. Bukan hanya karena dampaknya pada konsumen, tapi juga karena munculnya isu “mahar hukum” sebesar Rp100 juta yang mencoreng wajah penegakan hukum.

Informasi yang beredar menyebutkan, sejumlah terduga pelaku yang sebelumnya diamankan justru telah dilepas dan kembali ke rumah masing-masing. Hal ini memunculkan tanda tanya besar: apakah hukum di negeri ini masih tegak lurus, atau mulai melengkung oleh kepentingan?

“Isu di masyarakat ramai sekali. Katanya ada uang yang mengalir supaya pelaku dilepas,” ujar salah satu warga Sokobanah yang enggan disebut namanya, Rabu (16/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Isu tersebut menjadi tamparan keras bagi aparat penegak hukum. Sebab, praktik seperti ini  jika benar terjadi  bukan hanya mencederai hukum, tapi juga meruntuhkan kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Padahal, dalam konteks sosial, kasus “Minyak Kita” oplosan bukan perkara kecil. Produk ini menyasar masyarakat bawah, terutama kalangan menengah ke bawah yang menggantungkan kebutuhan dapurnya pada harga minyak bersubsidi.

Jika produk semacam ini dioplos tanpa standar keamanan, dampaknya bisa fatal mulai dari risiko kesehatan hingga kerugian ekonomi bagi pedagang kecil.

Menanggapi rumor yang berkembang, Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji membantah keras adanya aliran dana dalam proses hukum tersebut.

 “Tidak benar ada uang Rp100 juta. Kami masih menunggu hasil uji laboratorium forensik dari Polda Jatim. Penegakan hukum tidak bisa dilakukan tanpa dasar bukti yang kuat,” tegasnya.

Namun, publik menilai, klarifikasi saja tidak cukup. Transparansi dan langkah konkret menjadi hal yang dinantikan masyarakat. Sebab, keadilan tidak hanya diukur dari proses hukum, tetapi dari sejauh mana aparat mampu menegakkan integritas dan keterbukaan dalam bekerja.

Aktivis muda Sampang, Ahmad Zainuri, mengatakan kasus ini seharusnya menjadi pembelajaran penting.

“Ini momentum bagi aparat untuk membuktikan bahwa hukum bukan barang dagangan. Sekaligus pengingat bagi masyarakat bahwa pengawasan publik sangat penting agar keadilan tidak disalahgunakan,” ujarnya.

Kasus ini memberi pesan kuat bahwa
keadilan tidak boleh hanya berhenti pada laporan dan uji laboratorium, tetapi juga harus menyentuh hati nurani.
Karena bila hukum bisa dinegosiasikan, maka rakyatlah yang pertama kali kehilangan kepercayaannya.

Kini masyarakat menunggu pembuktian nyata. Apakah Polres Sampang akan benar-benar menuntaskan kasus ini dengan transparan, atau sekedar meredam isu hingga dilupakan waktu.

Penulis : Anam

Berita Terkait

Isu “Sapi Raib” BUMDes Paowan Dibantah, Pemdes Tegaskan Penjualan Sudah Sesuai Prosedur
Pamit Cari Sapi, Pria Ini Ditemukan Tinggal Kerangka di Hutan Baluran
Demi Negara, KPK Didesak Bongkar Total Dugaan Skandal Pita Cukai di Sidoarjo, Bos Rokok Slava Bold H. Samsul Huda Disorot
Data Tak Sinkron di Lapangan, Warga Miskin Probolinggo Berdesil Tinggi, BPS dan Dinsos Saling Klarifikasi
Kasus Cukai Makin Panas, Sultan Pamekasan Haji Junaidi dan HJS Mdr Mencuat, KPK Didesak Bongkar Tanpa Sisa
Pusaran Gelap Pita Cukai Madura: Dugaan Pelanggaran Sistemik Seret PR HJS Mdr Pamekasan, KPK Dalami Jejak Skandal
Janji Busuk Pihak BTN Sumenep, Sertifikat Atas Nama Nasabah Hingga Kini Tak Diberikan Meski Rumah Lunas 4 Bulan Lalu
Sudah Kelewat Batas! Sertifikat KPR BTN Sumenep Tertahan 4 Bulan Meski Sudah Lunas

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:28 WIB

Isu “Sapi Raib” BUMDes Paowan Dibantah, Pemdes Tegaskan Penjualan Sudah Sesuai Prosedur

Kamis, 16 April 2026 - 23:07 WIB

Pamit Cari Sapi, Pria Ini Ditemukan Tinggal Kerangka di Hutan Baluran

Selasa, 14 April 2026 - 19:03 WIB

Demi Negara, KPK Didesak Bongkar Total Dugaan Skandal Pita Cukai di Sidoarjo, Bos Rokok Slava Bold H. Samsul Huda Disorot

Senin, 13 April 2026 - 14:18 WIB

Data Tak Sinkron di Lapangan, Warga Miskin Probolinggo Berdesil Tinggi, BPS dan Dinsos Saling Klarifikasi

Senin, 13 April 2026 - 12:29 WIB

Kasus Cukai Makin Panas, Sultan Pamekasan Haji Junaidi dan HJS Mdr Mencuat, KPK Didesak Bongkar Tanpa Sisa

Berita Terbaru