Dear Jatim Seret Carut-Marut MBG Sumenep ke Badan Gizi Nasional

Sabtu, 10 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis Dear Jatim menunjukkan dokumen laporan dugaan carut-marut MBG di Sumenep yang dinilai berbau politik dan berpotensi konflik kepentingan, saat melapor ke Badan Gizi Nasional di Jakarta.

Aktivis Dear Jatim menunjukkan dokumen laporan dugaan carut-marut MBG di Sumenep yang dinilai berbau politik dan berpotensi konflik kepentingan, saat melapor ke Badan Gizi Nasional di Jakarta.

JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijanjikan sebagai senjata negara melawan stunting justru berubah menjadi potret busuk pengelolaan anggaran di Kabupaten Sumenep.

Aktivis Demonstrasi dan Aspirasi Rakyat Jawa Timur (Dear Jatim) secara resmi melaporkan dugaan carut-marut pelaksanaan MBG ke Badan Gizi Nasional (BGN), menyusul temuan lapangan yang dinilai memalukan, berbahaya bagi anak, dan sarat aroma kepentingan politik.

Alih-alih memperbaiki gizi, MBG di Sumenep justru dituding melukai logika publik. Makanan yang seharusnya menyehatkan anak dilaporkan tidak memenuhi standar gizi, berkualitas rendah, bahkan tak layak konsumsi. Di sejumlah sekolah, menu MBG berakhir di tong sampah, sebuah simbol telanjang kegagalan negara melindungi generasi masa depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator Dear Jatim, Roby Tri Sulaiman, menyebut skandal MBG Sumenep bukan kecelakaan teknis, melainkan indikasi kuat kegagalan tata kelola yang terstruktur.

“Ini bukan salah dapur, ini salah sistem. Anggarannya besar, tapi anak-anak justru membuang makanan. Itu artinya negara gagal hadir di piring makan siswa,” tegas Roby, Jumat (9/1/2026).

Dear Jatim juga menguliti ketertutupan pengelolaan MBG. Mulai dari penunjukan mitra, seleksi SPPG, hingga mekanisme pengawasan disebut berlangsung tanpa transparansi memadai.

Kondisi ini dinilai membuka ruang gelap bagi permainan anggaran dan pengondisian penyedia.

Yang lebih mencengangkan, Dear Jatim menemukan indikasi kuat bahwa puluhan yayasan mitra MBG diduga terafiliasi dengan partai politik dan tokoh tertentu di lingkar kekuasaan lokal.

Pola tersebut memperkuat dugaan bahwa MBG telah disulap menjadi mesin bisnis dan instrumen politik, bukan lagi program gizi berbasis kemanusiaan.

Di lapangan, kualitas layanan MBG antar sekolah juga timpang. Tidak ada standar baku menu, pengawasan nyaris nihil, dan penggunaan wadah makanan yang diragukan keamanannya. Keselamatan siswa seolah dikorbankan demi efisiensi dan keuntungan.

Dear Jatim mengingatkan bahwa anggota DPRD haram hukumnya terlibat langsung maupun tidak langsung dalam Program MBG. Secara yuridis, keterlibatan tersebut bertentangan dengan UU Nomor 23 Tahun 2014, yang menempatkan DPRD sebagai lembaga pengawas, bukan operator program.

“Kalau DPRD ikut mengelola MBG, itu bukan lagi pengawasan, itu konflik kepentingan vulgar,” ujar Roby.

Menurut Dear Jatim, kondisi ini berpotensi melanggar kode etik DPRD dan dapat menyeret pelakunya ke ranah pidana apabila terbukti ada pengendalian yayasan, pengaturan penyedia, atau aliran dana yang dinikmati pihak tertentu.

Atas dasar itu, Dear Jatim mendesak negara untuk melakukan audit independen dan investigasi menyeluruh MBG Sumenep, penghentian sementara program hingga standar gizi dan keamanan pangan terpenuhi,
penertiban total mitra dan yayasan pelaksana, pembersihan MBG dari kepentingan politik dan konflik kepentingan.

Tak berhenti di Badan Gizi Nasional, Dear Jatim memastikan akan membawa dugaan ini ke Badan Kehormatan DPRD Sumenep.

“Program gizi untuk anak tidak boleh dijadikan bancakan politik. Jika DPRD ikut bermain, ini berpotensi menjadi kejahatan anggaran,” pungkas Roby.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Anggota DPR RI Hj. Ansari Kecam Keras Dugaan Kekerasan Seksual Bocah 14 Tahun di Pamekasan
Kecelakaan Mengerikan di Ambunten Sumenep, Dua Pick Up Adu Banteng
Operasi Gabungan Bongkar Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair dan 1,57 Juta Rokok Ilegal di Kepri
Ketua KAKI Jatim Dukung Pernyataan Jenderal Gatot Nurmantyo, Meritokrasi dan Netralitas TNI Sangat Penting 
Balita 4 Tahun di Sampang Ditemukan Tenggelam di Kubangan Penampungan Air Tembakau
Nelayan Banyuates Sampang Naik Pitam, Petronas Diberi Batas Waktu soal Kompensasi Rumpon
Skandal Absen ‘Gaib’ Dispendukcapil Probolinggo: Pulang Cepat tapi Gaji dan TPP Cair Utuh
Polda Jatim Pastikan Situasi Surabaya Kondusif dan Terkendali Pascakejadian di Dua Pos Lantas

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:41 WIB

Anggota DPR RI Hj. Ansari Kecam Keras Dugaan Kekerasan Seksual Bocah 14 Tahun di Pamekasan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:47 WIB

Kecelakaan Mengerikan di Ambunten Sumenep, Dua Pick Up Adu Banteng

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Operasi Gabungan Bongkar Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair dan 1,57 Juta Rokok Ilegal di Kepri

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:28 WIB

Ketua KAKI Jatim Dukung Pernyataan Jenderal Gatot Nurmantyo, Meritokrasi dan Netralitas TNI Sangat Penting 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 22:55 WIB

Balita 4 Tahun di Sampang Ditemukan Tenggelam di Kubangan Penampungan Air Tembakau

Berita Terbaru

TNI-POLRI

Kapolresta Sumenep Peduli Rumah Ibadah

Senin, 24 Agu 2026 - 23:55 WIB