PROBOLINGGO – Sikap indisipliner dan dugaan manipulasi kehadiran yang melibatkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Probolinggo kini tengah menjadi sorotan tajam publik.
Oknum berinisial CH beserta sejumlah pegawai lainnya dilaporkan kerap meninggalkan kantor sebelum jam dinas berakhir. Bahkan, ada ASN disinyalir jarang masuk kerja dengan dalih kegiatan luar, namun catatan kehadiran mereka tetap terisi penuh. Kondisi ini memicu pertanyaan besar di kalangan publik, mengapa fasilitas negara seperti gaji pokok dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tetap cair utuh di tengah kinerja yang minim.
Menanggapi isu miring tersebut, Kepala Inspektorat Kabupaten Probolinggo, Imron Rosyadi, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Proses investigasi internal saat ini sudah mulai berjalan.”Masih proses Pak, InsyaAllah dalam minggu ini akan konfirmasi ke OPD,” ujar Imron Rosyadi saat dikonfirmasi mengenai perkembangan kasus ini, Selasa (18/8/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Desakan publik kini mengarah pada transparansi data. Masyarakat menuntut pihak berwenang membuka secara gamblang data absensi, baik Work From Office (WFO) maupun Digital Diary (DD), lengkap dengan rincian tanggal dan jam masuk-pulang yang valid. Hal ini diperlukan karena muncul kecurigaan adanya praktik absen “gaib”, di mana pegawai tercatat hadir tepat waktu secara sistem, namun fakta di lapangan menunjukkan hal sebaliknya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi atau klarifikasi dari pihak pimpinan Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo terkait polemik absensi anggotanya.Sebelumnya, kasus ini mencuat ke permukaan saat jaringan sistem di kantor Dispendukcapil mengalami gangguan (eror).
Bukannya bersiaga melayani masyarakat, oknum CH justru kedapatan pulang mendahului waktu yang ditentukan. Ironisnya, saat ditegur oleh awak media, oknum tersebut malah menunjukkan sikap arogansi dan menantang wartawan untuk menyebarluaskan melalui berita ke media massa.
Penulis : Moch Solihin







