Kasus Anak Terlantar Denada Meledak, Pengacara Alam Gaib dari Sumenep Pimpin Pertarungan Hukum

Minggu, 11 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

H. Andika Meigista Cahya Hendra Kusuma, S.E., S.H., M.H., alias “Pengacara Alam Gaib” asal Sumenep, komitmen secara konsisten dan istiqamah mengawal kasus anak terlantar Denada Tambunan, menegakkan hukum dan keadilan tanpa kompromi

H. Andika Meigista Cahya Hendra Kusuma, S.E., S.H., M.H., alias “Pengacara Alam Gaib” asal Sumenep, komitmen secara konsisten dan istiqamah mengawal kasus anak terlantar Denada Tambunan, menegakkan hukum dan keadilan tanpa kompromi

BANYUWANGI — Jagat hiburan Indonesia kembali diguncang skandal besar di awal 2026. Kali ini, Denada Tambunan, penyanyi dan model ternama, menghadapi badai hukum dan moral setelah seorang pemuda bernama Ressa Rizky Rossano (24) mengungkap identitasnya sebagai anak kandung Denada dan melayangkan gugatan penelantaran anak kandung ke Pengadilan Negeri Banyuwangi.

H. Andika Meigista Cahya Hendra Kusuma, S.E., S.H., M.H., advokat asal Sumenep yang dikenal luas dengan julukan “Pengacara Alam Gaib”, mengambil alih perlindungan hukum Ressa.

Kehadirannya menjadikan kasus ini tidak sekadar drama media, melainkan perang hukum yang penuh tekanan dan strategi dramatis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak lahir, Ressa hidup dalam pengabaian total. Ia berpindah dari rumah kerabat ke kerabat lain, tanpa kepastian hak-hak dasar sebagai anak, tanpa pengakuan dari ibu biologisnya, dan tanpa kasih sayang yang seharusnya diterima setiap anak.

Dari kiri: Denada Tambunan, kuasa hukum H. Andika Meigista Cahya Hendra Kusuma, dan Ressa Rizky Rossano, anak kandung Denada

Identitas biologisnya baru terungkap setelah lulus SMA, momen yang baginya seperti ledakan petir di siang bolong, menghancurkan masa kecil dan membakar kepercayaan diri.

“Bayangkan hidup puluhan tahun dengan keyakinan ibumu bukan ibumu. Ketika kebenaran itu muncul, dunia seakan runtuh. Rasa sakit, pengkhianatan, dan kehilangan kepercayaan itu begitu dalam,” ungkap Andika tegas, Sabtu (10/1/2026).

Gugatan bernomor 288 menuntut Denada bertanggung jawab penuh atas hak-hak Ressa, baik secara hukum maupun moral. Tim kuasa hukum menegaskan tidak ada toleransi untuk penelantaran anak, tak peduli selebriti sepopuler apa pun pelakunya. Mediasi kedua dijadwalkan pada 15 Januari 2026, namun Denada disebut mangkir dari mediasi awal, menambah lapisan ketegangan dan kontroversi.

H. Andika menegaskan, jika mediasi gagal menemukan titik terang, seluruh proses hukum akan dilanjutkan tanpa kompromi. Ia menekankan bahwa hukum akan menegakkan keadilan tanpa pandang status, popularitas, atau kekayaan.

“Kasus ini menjadi peringatan keras bagi semua orang tua bahwa ketenaran, status sosial, atau kekayaan tidak bisa membebaskan seseorang dari tanggung jawab terhadap anaknya. Hukum harus ditegakkan, dan anak yang dirampas haknya harus mendapat keadilan,” tegas H. Andika.

Kasus ini menyingkap sisi gelap dunia selebriti. Publik yang selama ini mengenal Denada sebagai ibu dari Aisha Aurum kini dihadapkan pada kenyataan pahit, seorang anak kandung terlantar bertahun-tahun, diabaikan demi ketenaran dan kehidupan glamor, baru muncul setelah identitasnya terbuka.

Gugatan ini memicu perdebatan panas dan sengit di media sosial, ada yang simpatik kepada Ressa, ada yang mengecam keras Denada.

H. Andika sendiri siap menghadapi tekanan, dengan strategi litigasi yang terkenal agresif, dramatis, dan penuh risiko reputasi. Julukannya, Pengacara Alam Gaib, bukan sekadar gelar, keberaniannya menghadapi kasus kontroversial membuat setiap langkah hukum menggetarkan dunia hiburan dan jagat hukum.

“Kalau mediasi tidak membuahkan hasil, hukum akan bekerja. Kasus ini akan menjadi contoh nyata bahwa tidak ada seorang pun yang bisa lolos dari tanggung jawab sebagai orang tua, apalagi di mata hukum. Hukum tidak tidur, anak tidak boleh ditelantarkan,” tegas H Andika.

Kasus ini diprediksi menjadi drama hukum paling kontroversial sepanjang 2026, membongkar tabir kehidupan selebriti, menantang norma moral, dan menimbulkan diskusi publik soal hak anak dan batas tanggung jawab orang tua.

Dunia hiburan, hukum, dan masyarakat kini menanti dengan napas tertahan bagaimana Pengacara Alam Gaib akan mengguncang jagat selebriti dengan gugatan anak terlantar yang penuh kontroversi.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Sakit Hati Usai Bercerai, Pria di Kediri Nekat Bakar Rumah dan Kendaraan Mantan Istri
Menakar Ketegasan Polisi di Pusaran Perjudian Kediri: Komitmen Kamtibmas atau Sekadar Retorika?
LSM PIAR Desak Audit Aset Daerah yang Dijadikan Dapur SPPG, Minta BPPKAD dan BGN Bertindak
Baru Diaspal, Jalan Mawar Indah Probolinggo Sudah Bergelombang, Warga Pertanyakan Kualitas Pengerjaan
Sempat Memanas di WhatsApp dan TikTok, Perselisihan Eks Karyawan dengan Pimpinan Salon di Kediri Berakhir Damai
Dugaan Praktik Perjudian di Ngancar Menantang Taji APH: Warga Tuntut Langkah Nyata
Temukan Jasad Bayi Laki-Laki di Kawasan Hutan Karet Mojo Kediri, Warga Lapor Polisi Minta Pelaku Segera Ditangkap
Icha Chellow dan Mala Agatha Dilaporkan Yakuza Maneges ke Polresta Malang Kota

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:54 WIB

Sakit Hati Usai Bercerai, Pria di Kediri Nekat Bakar Rumah dan Kendaraan Mantan Istri

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:07 WIB

Menakar Ketegasan Polisi di Pusaran Perjudian Kediri: Komitmen Kamtibmas atau Sekadar Retorika?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:03 WIB

LSM PIAR Desak Audit Aset Daerah yang Dijadikan Dapur SPPG, Minta BPPKAD dan BGN Bertindak

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:20 WIB

Baru Diaspal, Jalan Mawar Indah Probolinggo Sudah Bergelombang, Warga Pertanyakan Kualitas Pengerjaan

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:52 WIB

Sempat Memanas di WhatsApp dan TikTok, Perselisihan Eks Karyawan dengan Pimpinan Salon di Kediri Berakhir Damai

Berita Terbaru