Proyek TPT di Ngepoh Probolinggo Diduga Serampangan: Warga Protes, Material Tak Sesuai Standar

Jumat, 23 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO — Proyek Tembok Penahan Tanah (TPT) di DI Taposan, Desa Ngepoh, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, menuai sorotan keras warga. Pengerjaan yang bergelombang dan diduga menggunakan material tidak sesuai standar memicu kekhawatiran serius terkait keselamatan warga.

Hamid (38) dan sejumlah warga setempat menyatakan, ketinggian TPT tampak lebih rendah dibanding tebing tanah di belakangnya, tanpa adanya penimbunan yang memadai. “Jika ketinggian TPT lebih rendah dari tebing, ini berpotensi gagal mencegah erosi atau keruntuhan tanah,” kata Hamid, Jumat (23/1/2026).

Selain itu, sistem drainase yang tidak memadai berisiko menyebabkan air hujan atau air tanah menumpuk di belakang dinding, menambah tekanan hidrostatik dan meningkatkan peluang kegagalan struktur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga menduga, pengerjaan yang terburu-buru demi mengejar akhir tahun anggaran 2025 mengorbankan kualitas.

“Proyek senilai Rp 300 juta ini, dikerjakan oleh kontraktor CV Amalia Persada dan berada di bawah pengawasan UPT PSDA Welang Pekalen Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur, dinilai minim pengawasan. “Yang terlihat hanya dua pemuda sebagai mandor,” ujar Hamid.

Kondisi ini memunculkan dugaan penyimpangan dan potensi kerugian keuangan negara. Warga menuntut audit lapangan dan penegakan hukum jika terbukti ada pelanggaran. Hingga berita ini tayang, Dinas SDA Pemprov Jatim belum memberikan tanggapan, dan nomor pengaduan tak kunjung direspon.

Warga memperingatkan, jika tidak segera ditindaklanjuti, TPT yang seharusnya menjadi pelindung tebing bisa berubah menjadi ancaman bagi keselamatan masyarakat.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Isu “Sapi Raib” BUMDes Paowan Dibantah, Pemdes Tegaskan Penjualan Sudah Sesuai Prosedur
Pamit Cari Sapi, Pria Ini Ditemukan Tinggal Kerangka di Hutan Baluran
Demi Negara, KPK Didesak Bongkar Total Dugaan Skandal Pita Cukai di Sidoarjo, Bos Rokok Slava Bold H. Samsul Huda Disorot
Data Tak Sinkron di Lapangan, Warga Miskin Probolinggo Berdesil Tinggi, BPS dan Dinsos Saling Klarifikasi
Kasus Cukai Makin Panas, Sultan Pamekasan Haji Junaidi dan HJS Mdr Mencuat, KPK Didesak Bongkar Tanpa Sisa
Pusaran Gelap Pita Cukai Madura: Dugaan Pelanggaran Sistemik Seret PR HJS Mdr Pamekasan, KPK Dalami Jejak Skandal
Janji Busuk Pihak BTN Sumenep, Sertifikat Atas Nama Nasabah Hingga Kini Tak Diberikan Meski Rumah Lunas 4 Bulan Lalu
Sudah Kelewat Batas! Sertifikat KPR BTN Sumenep Tertahan 4 Bulan Meski Sudah Lunas

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:28 WIB

Isu “Sapi Raib” BUMDes Paowan Dibantah, Pemdes Tegaskan Penjualan Sudah Sesuai Prosedur

Kamis, 16 April 2026 - 23:07 WIB

Pamit Cari Sapi, Pria Ini Ditemukan Tinggal Kerangka di Hutan Baluran

Selasa, 14 April 2026 - 19:03 WIB

Demi Negara, KPK Didesak Bongkar Total Dugaan Skandal Pita Cukai di Sidoarjo, Bos Rokok Slava Bold H. Samsul Huda Disorot

Senin, 13 April 2026 - 14:18 WIB

Data Tak Sinkron di Lapangan, Warga Miskin Probolinggo Berdesil Tinggi, BPS dan Dinsos Saling Klarifikasi

Senin, 13 April 2026 - 12:29 WIB

Kasus Cukai Makin Panas, Sultan Pamekasan Haji Junaidi dan HJS Mdr Mencuat, KPK Didesak Bongkar Tanpa Sisa

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Pemkab Sumenep Perkuat Sistem Aduan Digital hingga Desa

Sabtu, 18 Apr 2026 - 00:08 WIB