Tak Lekang Oleh Zaman, Sepeda Antik Terus Dikenalkan Oleh Kosti Pemalang

Kamis, 29 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang- Semakin tua semakin antik. Julukan itu cocok untuk menggambarkan sepeda-sepeda yang memiliki usia belasan bahkan puluhan tahun milik para anggota Kosti Pemalang.

Pada komunitas pecinta sepeda jadul itu, sepeda dirawat seperti anak kandung sendiri. Terbukti semua komponen yang ada pada sepeda tua itu masih berfungsi dengan baik. Bahkan, tidak sedikit yang bodinya masih mulus.

“Yang disini ada koleksi sepeda Phoenix,
Hartog, Batavus, Jerman. Tahunnya mulai 1930 sampai yang paling muda 1980 an,” terang Toto Pembina Kosti Toto Susilo Pemalang,pada Kamis ( 29/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harga sepeda yang didapat dari berbagai penjuru dunia itu berkisar ratusan hingga puluhan juta.

Komunitas Sepeda Tua Indonesia atau disingkat Kosti Pemalang berdiri pada 2014 silam. Dari awalnya bisa dihitung jari, kini anggota Kosti Kota Ikhlas jumlahnya mencapai ratusan. Mereka berasal dari puluhan paguyuban sepeda tua yang tersebar di beberapa tempat se kabupaten Pemalang.

‘’Anggota kami tak hanya kalangan orang tua. Banyak juga yang usianya masih muda. Bahkan, ada yang masih SMP,’’ tuturnya.

Kosti Pemalang memiliki sejumlah kegiatan rutin. Mulai gowes bareng, perlombaan, hingga menggelar event bedah koleksi sepeda kuno, akan tetapi berkaitan dengan pendanaan atau belum masuknya pihak sponsor, sehingga event pada saat ini belum bisa dilaksanakan

“Untuk event nasional Kosti Pemalang belum bisa melaksanakan mengingat Anggaran sponsor perlu dipertimbangkan, beberapa kali Kosti Pemalang gelar kopdar,” tutupnya.

Penulis : Ragil

Berita Terkait

Mahasiswa STMIK Tazkia Jalankan Business Coaching dengan Praktik Real-Bisnis dari Nol
Mantan Menparekraf Rekomendasikan E-Book “Yudi The Connector” Sebagai Bacaan Yang Inspiratif
Perubahan Ketiga UU Kepolisian: Meningkatkan Profesionalitas, Mempertegas Netralitas, dan Menyesuaikan Batas Usia Pensiun
Warga Pekalongan Pasang Banner Dukung Yakuza Maneges dan Polisi Usut Tuntas Kasus Pelecehan Seksual
Siasati Biaya Mahal, Kami Mahasiswa STMIK Tazkia Rintis ‘NusaLogic’ Buat Bantu Digitalisasi UMKM Mulai Rp350 Ribu
Dinilai Ancam Kerusakan Alam, Kades Belik Tegaskan Tolak Tambang Galian C di Desanya
Digitise Innovations Gandeng STMIK Tazkia, Gelar Business Coaching “Praktek Langsung dari Nol” untuk Digitalisasi UMKM
Pelatihan Startup Bisnis di STMIK Tazkia: Mahasiswa Belajar Bangun Bisnis Digital Langsung dari Nol

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:28 WIB

Mahasiswa STMIK Tazkia Jalankan Business Coaching dengan Praktik Real-Bisnis dari Nol

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:49 WIB

Mantan Menparekraf Rekomendasikan E-Book “Yudi The Connector” Sebagai Bacaan Yang Inspiratif

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:11 WIB

Perubahan Ketiga UU Kepolisian: Meningkatkan Profesionalitas, Mempertegas Netralitas, dan Menyesuaikan Batas Usia Pensiun

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:46 WIB

Warga Pekalongan Pasang Banner Dukung Yakuza Maneges dan Polisi Usut Tuntas Kasus Pelecehan Seksual

Senin, 8 Juni 2026 - 18:30 WIB

Siasati Biaya Mahal, Kami Mahasiswa STMIK Tazkia Rintis ‘NusaLogic’ Buat Bantu Digitalisasi UMKM Mulai Rp350 Ribu

Berita Terbaru