Bencana Tanah Longsor Watukumpul Kembali Telan Korban Jiwa

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang – Duka kembali menyelimuti wilayah Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Belum genap dua pekan sejak bencana tanah longsor melanda Dukuh Siranti, Desa Bongas, pada 25 Januari 2026 lalu, musibah serupa kembali terjadi dan kali ini merenggut korban jiwa.

Bencana tanah longsor tersebut terjadi di Desa Jojogan, Kecamatan Watukumpul, pada Jumat sore (6/1), akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Pemalang bagian selatan dalam sepekan terakhir.

Dua warga setempat, Yuliati (37) dan anaknya, Kiki Puji Yuliani (9), warga RT 004/RW 001 Desa Jojogan, menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Keduanya tertimbun longsoran tanah yang berasal dari tebing perbukitan di belakang rumah mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan laporan Forum Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Watukumpul, hujan deras mulai turun sejak pukul 13.30 WIB. Sekitar pukul 16.30 WIB, tebing di belakang rumah milik Puji Purwanto tiba-tiba longsor dan menimpa bangunan rumah sekaligus menutup akses jalan raya Watukumpul–Cikadu.

Saat kejadian, Yuliati dan anaknya berada di dalam rumah dan tidak sempat menyelamatkan diri hingga tertimbun material longsoran. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melakukan evakuasi secara gotong royong dengan peralatan seadanya.

Kedua korban sempat dibawa ke Puskesmas Watukumpul. Namun nahas, dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan tersebut, Kiki Puji Yuliani dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, sang ibu, Yuliati, hingga kini masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Watukumpul akibat mengalami patah tulang.

Selain menelan satu korban jiwa, bencana longsor ini juga menyebabkan rumah korban mengalami kerusakan berat. Kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp130 juta.

Anggota Koramil 12 Watukumpul, Serka Sumanto dan Serka Tolani, telah mendatangi lokasi kejadian dan bersama warga membantu proses evakuasi serta pengamanan area terdampak. Sementara itu, Pemerintah Desa Jojogan telah melaporkan peristiwa tersebut kepada Forkopimcam Watukumpul untuk penanganan lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah akan tingginya potensi bencana longsor di wilayah selatan Pemalang, khususnya saat musim hujan dengan intensitas tinggi.

Penulis : Ragil

Berita Terkait

Dari Anggaran ke Kepentingan: Jejak yang Tidak Transparan
Polri Kawal Ketahanan Pangan di Sumenep, Melon Pertiwi Tunjukkan Hasil Menjanjikan
Tingkatkan Kebugaran dan Imunitas, Warga Binaan Lapas Kendal Ikuti Apel Pagi dan Senam Bersama
Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Driver Online di Pemalang Mengeluh Pendapatan Kian Tergerus
Dukung Ketahanan Pangan, SPPG 2 Polres Kediri Plosoklaten Kembangkan Budidaya Lele dan Sayuran
Mari Meriahkan Soekarno Fun Run 2026, Event Swadaya yang Menyatukan Sumenep
Data SDGs 2026 Desa Hebing: Berpijak Fakta, Wujudkan Pembangunan Tepat Sasaran
Tinjau Wilayah Terdampak Gangguan Air PDAM, Mbak Wali Pastikan Penanganan Cepat untuk Warga

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:47 WIB

Dari Anggaran ke Kepentingan: Jejak yang Tidak Transparan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:13 WIB

Tingkatkan Kebugaran dan Imunitas, Warga Binaan Lapas Kendal Ikuti Apel Pagi dan Senam Bersama

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:10 WIB

Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Driver Online di Pemalang Mengeluh Pendapatan Kian Tergerus

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:51 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, SPPG 2 Polres Kediri Plosoklaten Kembangkan Budidaya Lele dan Sayuran

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:37 WIB

Mari Meriahkan Soekarno Fun Run 2026, Event Swadaya yang Menyatukan Sumenep

Berita Terbaru

NASIONAL

Dari Anggaran ke Kepentingan: Jejak yang Tidak Transparan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 12:47 WIB