Pemalang -Dampak banjir yang melanda wilayah pemalang selatan dan sekitarnya pada beberapa hari kemarin,masih dirasakan oleh warga hingga hari hari ini.
Selain merendam permukiman, banjir juga menggenangi sejumlah fasilitas umum dan sarana pendidikan, meninggalkan endapan lumpur tebal di berbagai titik.
Untuk mempercepat pemulihan pasca banjir, Satpol PP Pemalang melalui Unit Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan turut diterjunkan dalam upaya pembersihan wilayah terdampak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Puluhan personel dikerahkan guna membersihkan sisa lumpur yang menghambat aktivitas masyarakat.
Kepala bidang Damkar dan Penyelamatan Nurokhman menjelaskan pihaknya menurunkan 1 regu pembersihan pada Jum,at (6/1 ) Setiap regu beranggotakan sekitar 5 personel yang disebar ke lokasi-lokasi terdampak banjir dengan tingkat kerusakan cukup parah.
“Damkar senantiasa hadir dan ada, respon terhadap laporan warga secara cepat bersinergis dengan pihak terkait membantu dan menyelesaikan permasalahan serta Penyelamatan kepada warga kabupaten Pemalang secara aktif,dalam giat kali ini kita bergabung bersama Tim lainnya memberikan lumpur di Desa Bulakan pasca banjir,” Ujar Nurohman.
Lebih lanjut dirinya menuturkan, Tim Damkar bersinergi dengan beberapa elemen, mempercepat penanganan pasca bencana banjir
“Untuk penanganan pasca bencana ini, kami bergabung dalam tim terpadu. Sebanyak 5 Anggota tim Damkar dan 5 Anggota BPBD serta 8 orang Anggota Linmas juga 3 dari unsur lain totalnya semuanya ada 31 personil unit mobil pemadam kami kerahkan untuk membantu pembersihan,” ujarnya.
Menurutnya, ketebalan lumpur sisa banjir di sejumlah lokasi cukup tinggi sehingga membutuhkan armada Damkar dengan tekanan air besar. Selain di desa bulakan juga melakukan pembersihan di wilayah layanan keamanan
“Namun yang paling dominan dampaknya memang berada di Desa Penakir dan sima, ungkapnya.
Ada prioritas yang menjadi sasaran pembersihan,di antaranya kawasan wilayah desa Bulakan, Kecamatan Belik, Pemalang
Lumpur setinggi 20, hingga 40 sentimeter menutupi akses jalan lingkungan dan merusak berbagai sarana penunjang kegiatan belajar mengajar, mulai dari buku pelajaran, dokumen penting, hingga perangkat elektronik.
“Sekolah ini cukup berat dampaknya karena banyak fasilitas pendidikan yang terendam,” jelasnya.
Ia menegaskan, fokus utama pembersihan dilakukan pada fasilitas umum dan sarana pelayanan publik, seperti jalan dan fasilitas lainnya. Sementara untuk rumah warga, Damkar meminta masyarakat melakukan pembersihan secara mandiri.
“Kami prioritaskan fasilitas umum terlebih dahulu. Untuk rumah tinggal, warga diminta bersabar dan melakukan pembersihan sendiri,” tutupnya.
Penulis : Ragil








