Bantuan Rakyat Dibegal! Dana PKH Warga Barunggagah Sampang Cair Diam-diam, Puluhan Juta Raib Tanpa Jejak

Senin, 2 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

SAMPANG — Dugaan skandal penyaluran bantuan sosial mencuat di Desa Barunggagah, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura. Dana Program Keluarga Harapan (PKH) yang seharusnya diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diketahui telah cair selama bertahun-tahun, namun tidak pernah diterima oleh penerima yang berhak.

Fakta ini terungkap pada Senin (2/3/2026), setelah sejumlah warga Dusun Pao Baruh mengaku tidak pernah memegang kartu bantuan sosial dan bahkan tidak mengetahui bahwa nama mereka terdaftar sebagai penerima PKH. Setelah kartu dan buku tabungan berhasil diurus, warga justru menemukan catatan transaksi dana masuk dan keluar dalam jumlah besar.

“Kami kaget saat buku tabungan dicek, uang bantuan ternyata sudah masuk dan keluar, padahal pemilik rekening tidak pernah menerima sepeser pun,” ujar seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih mencengangkan, sebagian dana tersebut tercatat ditransfer ke rekening atas nama MEY yang diduga milik seorang warga di Sampang Kota.

Berdasarkan data sementara, sedikitnya empat KPM diduga mengalami kerugian dengan total lebih dari Rp70 juta, masing-masing KPM MR sebesar Rp12.196.000, SB Rp17.700.112, MM Rp18.844.543, dan MLM Rp22.275.000. Warga menduga dana itu dicairkan saat kartu PKH masih dikuasai pihak lain.

“Kalau KPM tidak tahu apa-apa dan kartunya tidak dipegang sendiri, lalu siapa yang menarik dan memindahkan uang itu?” tegas sumber tersebut.

Ia juga mendesak aparat penegak hukum segera turun tangan.

“Ini uang negara untuk orang miskin, bukan untuk dibagi-bagi seenaknya. Kami minta diusut sampai tuntas,” katanya.

Sementara itu, Pendamping PKH Desa Barunggagah, Fitrih, saat dikonfirmasi menyatakan, pihakya baru bertugas.

“Saya baru bertugas di Desa Barunggagah sejak Oktober 2025, jadi untuk kejadian sebelumnya bisa dikonfirmasi ke pendamping yang lama.” tegasnya.

Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan resmi dari pendamping PKH sebelumnya maupun instansi terkait, sementara kejelasan siapa pihak yang bertanggung jawab atas raibnya dana bantuan tersebut masih buram.

Penulis : A . Junaidi

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru