SP4N-LAPOR! Bukan Tempat Curhat, Tapi Penguji Integritas Pejabat

Kamis, 5 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA — Pengaduan masyarakat kini tak lagi dipandang sebagai sekadar curahan emosi warga. Pemerintah pusat menegaskan, laporan rakyat justru menjadi cermin kinerja birokrasi sekaligus penentu layak atau tidaknya seorang pejabat duduk di kursi kekuasaan.

Pesan keras ini disampaikan dalam pendampingan keberlanjutan pengelolaan pengaduan SP4N-LAPOR! yang digelar Kementerian PAN RB, Kamis (05/03/2026).

Bertempat di Ruang Pertemuan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, kegiatan ini menjadi panggung penegasan bahwa pelayanan publik harus sepenuhnya berpihak kepada masyarakat, bukan sekadar menggugurkan kewajiban administrasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PAN RB, Otok Kuswadaru, menegaskan bahwa SP4N-LAPOR! bukan tempat “menampung keluhan lalu ditinggalkan”, melainkan instrumen strategis untuk membangun kemitraan antara pemerintah dan masyarakat.

“Pelayanan publik harus bertitik penuh pada masyarakat. Bukan sekadar mendengar, tapi memastikan setiap pengaduan benar-benar diselesaikan,” tegas Otok di hadapan perwakilan Diskominfo kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Ia mengingatkan, respons semata tidak lagi cukup. Menurutnya, kepercayaan publik hanya akan tumbuh jika laporan warga ditindaklanjuti secara nyata dan tuntas.

“Direspons saja tidak cukup, harus diselesaikan. Kalau pengaduan ditangani dengan baik, kepercayaan publik akan naik dengan sendirinya,” ujarnya dengan nada meyakinkan.

Lebih jauh, Otok menyebut bahwa kualitas pengelolaan SP4N-LAPOR! kini menjadi salah satu indikator penting untuk menilai kepemimpinan birokrasi di lapangan. Cara seorang pejabat menyikapi pengaduan publik, menurutnya, mencerminkan integritas, kapasitas, dan kelayakan jabatan yang diemban.

Di hadapan peserta, Otok juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dinilai menunjukkan kinerja positif dalam pengelolaan pengaduan. Tingginya partisipasi masyarakat yang diimbangi dengan respons instansi yang cepat dan tepat disebut sebagai sinyal sehatnya pelayanan publik di daerah.

Namun demikian, ia tak menutup mata bahwa SP4N-LAPOR! masih memiliki keterbatasan. Karena itu, aplikasi tersebut harus terus didorong agar adaptif, dinamis, dan mampu menjawab tantangan perubahan zaman.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menegaskan bahwa SP4N-LAPOR! kini menjadi salah satu indikator penilaian Kementerian PAN RB melalui aplikasi Sibekisar.

Sibekisar sendiri merupakan sistem yang dirancang untuk memantau dan mengukur implementasi budaya Cettar—Cepat, Efektif, Tanggap, Transparan, dan Responsif—di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Melalui pendampingan ini, pemerintah pusat mengirim pesan tegas: suara rakyat bukan formalitas. Setiap laporan adalah ujian, dan setiap birokrat yang abai bersiap menghadapi konsekuensinya.

Berita Terkait

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura
Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura
Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026
Diskominfo Sumenep Sukses Dorong Kampanye Digital Lewat Gerakan “Nongtong Bareng” di Festival Musik Tong-Tong
JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik
Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757
Hari Jadi Sumenep ke-757, Cak Fauzi Dorong Gotong Royong Jadi Kekuatan Pembangunan
Fajar Baru Kamtibmas Probolinggo: Lepas AKBP Rico dengan Pendekatan Humanis, Sambut AKBP Lucky dengan Sinergi

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:14 WIB

JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB