PROBOLINGGO– Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Kota Probolinggo angkat bicara terkait polemik pengadaan kendaraan dinas (randis) baru yang disorot publik.Sekwan menjelaskan bahwa fasilitas kendaraan baru tersebut memiliki batasan garansi servis, dan anggaran pemeliharaan saat ini lebih banyak terserap untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat tingginya mobilitas pimpinan/anggota dewan.
Menanggapi anggapan bahwa mobil dinas baru masih bergaransi penuh, Sekwan Teguh Bagus Sudjarwo mengungkapkan fakta sebaliknya. Berdasarkan kontrak pembelian, garansi ganti oli gratis (free service) hanya berlaku terbatas.
“Terkait mobil dinas baru, perlu kami luruskan bahwa garansi ganti oli dan servis gratis itu hanya enam kali. Saat ini, ada beberapa unit kendaraan yang gratisnya sudah habis. Ini prosedur standar dari diler, bukan berarti selamanya gratis,” ujar Teguh saat ditemui di kantornya, Jum’at (24/4/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, tingginya intensitas penggunaan kendaraan untuk agenda kedinasan, baik di dalam maupun luar daerah, membuat kilometrase mobil cepat bertambah. Hal ini mengakibatkan jatah servis gratis habis lebih cepat dari perkiraan awal.
Lebih lanjut, Teguh mengakui bahwa anggaran pemeliharaan untuk 7 unit kendaraan operasional baru tersebut sangat ketat. Sebagian besar anggaran perawatan justru tersedot untuk pembelian BBM.
“Memang benar, anggaran pemeliharaan itu disedot paling besar oleh BBM, bukan sekadar servis atau ganti oli. Mobilitas dewan sangat tinggi, terutama untuk turun ke masyarakat dan kunjungan kerja. Jadi, anggaran itu terpakai untuk menunjang kelancaran operasional tersebut,” jelasnya
Sekwan memastikan bahwa seluruh kendaraan dinas digunakan untuk kepentingan dinas, sesuai dengan aturan perundang-undangan, dan akan terus berupaya melakukan efisiensi anggaran pemeliharaan di tengah tuntutan kinerja yang tinggi.
Penulis : Moch Solihin







