Sumenep – Kemelut adanya dugaan penyimpangan penyaluran bantuan pangan pada tahun 2024 yang diduga dikorupsi, ternyata Kepala Desa Dasuk Laok diduga panggil orang yang mengaku dirinya sebagai Sekretaris desa. Senin, 24/03/25. Malam.
Padahal, orang yang dipanggil Kades pada malam itu bernama Hai.
Namun pria berkumis tebal itu mengaku sebagai sekretaris desa Dasuk Laok kepada para wartawan dan aktivis di kediamannya pada tanggal 19 Maret 2025. Sore.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal itu terungkap, saat beberapa waktu lalu ada nomor baru menghubungi pewarta media ini yang mengaku dirinya adalah sekretaris desa Dasuk Laok yang sebenarnya.
Orang tersebut membantah bahwa pemberitaan yang berjudul “Adanya Dugaan Korupsi Bantuan Pangan Tahun 2024, Sekdes Tuding Ulah Mantan Kades Dasuk Laok” bukanlah dirinya.
“Itu bukan saya yang mengatakan Mas, Saya ini adalah Sekdes di Dasuk laok, Hai itu yang songot merrong bukan Sekdes. Saya kaget karena ada pemberitaan berjudul seperti itu yang disebutkan juga mempunyai ciri khas songot merrong (kumis tebal),” ucapnya kepada pewarta.
Sekdes Dasuk Laok ini juga merasa kecewa dan merasa dirugikan nama baiknya dicatut tanpa konfirmasi terlebih dahulu.
“Saya kecewa Mas dengan orang itu, saya setiap malam Jumat ngumpul dengan kiai tidak merasa berada di kediaman Kadesnya, tiba- tiba saya diberitakan seperti itu dengan orang yang mengaku sebagai Sekdes Dasuk laok,” pungkasnya.
Diwartakan sebelumnya, Dugaan ketidakberesan penyaluran bantuan pangan tahun 2024 yang diduga dikorupsi yang dikeluhkan masyarakat desa Dasuk Laok, Sekretaris desa setempat menuding sebagai fitnah bahkan diduga ulah mantan kepala desa sebelumnya, Sabtu, 22/03/25. Siang.
Secara meyakinkan, Sekdes Dasuk Laok mengaku sudah terbiasa dengan isu- isu seperti itu.
“Saoningnga kaule nika kalebun deri taon sanapa pon bede isu-isu ngak neka ( setahu saya ini dari tahun berapapun ada isu isu sperti ini,” ujarnya.
“Bisa fitnah atau bisa memang perbuatan dari pihak lawan. Tergantung pihak lawan kita, bahkan bisa jadi dari mantan suaminya,” imbuhnya.
Sebab kata Sekdes, Kepala desa yang sekarang terbatas pendidikannya dan tidak tahu sejauh mana aturan aturan.
“Termasuk orangnya saya dan perangkat saya Pak. Tapi kalau orangnya saya itu bagus Pak,” kata Sekdes memuji orang terdekatnya.
Ia pun menegaskan tidak akan pernah takut kepada siapapun walau satu banding seribu.
Penulis : Amin








