Oknum Polisi di Pos Sumur Bor Kota Kediri Diduga Lakukan Pungli Uang Titip Sidang Rp 350 Ribu

Selasa, 22 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kediri, detikzone.id – Seorang pria bernama Arya Fither, warga kabupaten Kediri, diduga menjadi korban percobaan pungutan liar (pungli) oleh oknum polisi Aipda Mahardhika Ard saat terjaring di Jalan Dhoho, tepatnya di Pos Polisi Sumur Bor, Kecamatan Kota, Kota Kediri, Jawa Timur, pada Selasa (18/3/2025) siang.

Menurut keterangan, Arya ditawari untuk membayar denda tilang sebesar Rp.350 ribu langsung di tempat kejadian perkara (TKP), dibandingkan mengikuti prosedur resmi seperti menitipkan denda melalui bank atau mengikuti persidangan di pengadilan.

“Saya ditilang karena kendaraan saya tidak lengkap, yaitu Kendaraan Bermotor Tidak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Polri. Tapi bukan disuruh ke pengadilan atau bank, malah ditawari bayar di tempat. Nilainya Rp.350 ribu, mau diselesaikan disini atau di polres, kata pak polisinya,” ungkap Arya Senin (21/4/2025) kepada jurnalis media Detikzone.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, usai sidang tilang resmi di Kejaksaan Negeri Kota Kediri dirinya menunjukkan bahwa denda beserta biaya perkara totalnya Rp. 100 ribu.

“Sudah saya ikut sidang tilang tadi siang, yang seharusnya tanggal 9 tapi mundur karena antrian banyak. Kalau dendanya sih 100.000 rupiah,” ucapnya sembari menunjukkan bukti E-Tilang Kejaksaan RI.

Namun, Kanit Turjawali Polres Kediri Kota, Iptu Murnianto, saat dikonfirmasi Selasa 22/4/2025 sore, membantah adanya pungli dalam kejadian tersebut. “Anggota sudah saya tanya dan mereka tidak merasa meminta atau menerima (uang Rp.350 ribu -red). Mereka justru memberikan blangko tilang dan menyarankan sidang sendiri,” jelas Iptu Murnianto.

Meski demikian, pengakuan yang dinilai tidak jujur dari oknum polisi Aipda Mahardhika Ard melalui Kanit Turjawali Polres Kediri Kota tersebut menuai reaksi Moh. Hanif, selaku Ketua Lembaga Pecut Samandiman.

Hanif menyebut dirinya dan rekan-rekanlah yang saat itu ikut turun tangan mengambil kembali uang Rp.350 ribu dari tangan oknum polisi yang bersangkutan.

“Loh kan waktu itu kita yang datang ke pos polisi sumur bor itu. setelah anak itu membayar ke oknum polisi dan kunci motor diserahkan kembali, kita datangi oknum oknum disana dengan meminta agar Arya menjalani proses sidang sesuai dengan prosedur yang berlaku dan minta oknum polisi mengembalikan uangnya yang 350 ribu itu,” kata Hanif.

Dikatakannya, kasus seperti ini menambah sorotan publik terhadap praktik pungli yang masih terjadi dalam penegakan hukum lalu lintas, serta ia menuntut tindak lanjut dari pihak Propam Polres Kediri Kota, Polda Jatim untuk menjaga integritas aparat kepolisian.

Penulis : Bimo Gunawan

Berita Terkait

Demi Negara, KPK Didesak Bongkar Total Dugaan Skandal Pita Cukai di Sidoarjo, Bos Rokok Slava Bold H. Samsul Huda Disorot
Data Tak Sinkron di Lapangan, Warga Miskin Probolinggo Berdesil Tinggi, BPS dan Dinsos Saling Klarifikasi
Kasus Cukai Makin Panas, Sultan Pamekasan Haji Junaidi dan HJS Mdr Mencuat, KPK Didesak Bongkar Tanpa Sisa
Pusaran Gelap Pita Cukai Madura: Dugaan Pelanggaran Sistemik Seret PR HJS Mdr Pamekasan, KPK Dalami Jejak Skandal
Janji Busuk Pihak BTN Sumenep, Sertifikat Atas Nama Nasabah Hingga Kini Tak Diberikan Meski Rumah Lunas 4 Bulan Lalu
Sudah Kelewat Batas! Sertifikat KPR BTN Sumenep Tertahan 4 Bulan Meski Sudah Lunas
Polres Sampang Bongkar Jaringan Narkoba, Bandar Sabu 3 Kg Diciduk
Blak-blakan di KPK, Pengusaha Tembakau Pamekasan Haji Her: Saya Jawab Apa Adanya, Orang Madura Tak Berbelit-belit

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 19:03 WIB

Demi Negara, KPK Didesak Bongkar Total Dugaan Skandal Pita Cukai di Sidoarjo, Bos Rokok Slava Bold H. Samsul Huda Disorot

Senin, 13 April 2026 - 14:18 WIB

Data Tak Sinkron di Lapangan, Warga Miskin Probolinggo Berdesil Tinggi, BPS dan Dinsos Saling Klarifikasi

Senin, 13 April 2026 - 12:29 WIB

Kasus Cukai Makin Panas, Sultan Pamekasan Haji Junaidi dan HJS Mdr Mencuat, KPK Didesak Bongkar Tanpa Sisa

Minggu, 12 April 2026 - 20:14 WIB

Pusaran Gelap Pita Cukai Madura: Dugaan Pelanggaran Sistemik Seret PR HJS Mdr Pamekasan, KPK Dalami Jejak Skandal

Sabtu, 11 April 2026 - 16:48 WIB

Janji Busuk Pihak BTN Sumenep, Sertifikat Atas Nama Nasabah Hingga Kini Tak Diberikan Meski Rumah Lunas 4 Bulan Lalu

Berita Terbaru