Wartawan di Sampang Jadi Korban Pembacokan Brutal  

Rabu, 18 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, Detikzone.id — Aksi kekerasan brutal terjadi di wilayah Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Rabu dini hari (18/06/2025).

Seorang wartawan sekaligus Kepala Biro media Komando Patas TV dan Harian Merdeka Post, berinisial NRM (42), menjadi korban dugaan percobaan pembunuhan.

Korban mengalami luka bacok serius di bagian leher dan tangan akibat diserang dua orang pria, salah satunya kini telah ditangkap pihak kepolisian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa berdarah tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di Dusun Polai Timur, Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah.

Menurut keterangan resmi dari Plh. Kapolres Sampang AKBP Siswantoro, S.I.K., M.H. melalui Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Safril Selfianto, S.H., M.M., korban mengalami luka bacok cukup parah di bagian leher belakang dan telapak tangan kanan.

“Dari hasil penyelidikan awal, kami telah mengamankan salah satu pelaku berinisial Z (31), warga Desa Bira Tengah. Ia ditangkap di perbatasan Kabupaten Sampang dengan Kabupaten Bangkalan saat hendak kabur menuju Surabaya,” ujar AKP Safril.

Sementara itu, satu pelaku lainnya berinisial D masih dalam pengejaran intensif oleh aparat kepolisian.

Setelah mendapat laporan warga, aparat Polsek Sokobanah segera mendatangi lokasi kejadian dan menghubungi piket Satreskrim Polres Sampang. Petugas kemudian menuju RSUD Ketapang untuk memeriksa kondisi korban dan segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dalam penggeledahan di lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain:

• Sebilah clurit beserta sarungnya
• Dua pasang sandal

Tim gabungan dari Unit Reskrim Polsek Sokobanah dan Satreskrim Polres Sampang langsung bergerak melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku. Pelaku Z berhasil diamankan kurang dari 24 jam setelah kejadian.

Motif penyerangan masih dalam penyelidikan, namun polisi memastikan akan memburu pelaku lainnya sampai tuntas.

Saat ini, korban NRM yang mengalami luka serius telah dirujuk dan dirawat intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Kondisinya disebut stabil, namun masih dalam pengawasan medis.

Kapolres Sampang menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen penuh mengusut tuntas kasus ini dan menjamin perlindungan terhadap jurnalis serta kebebasan pers.

Masyarakat diminta tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat.

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru