SPMB SDN Bunten Barat 2 Diduga Jadi Ladang Titip Kursi, Disdik Sampang Bungkam

Senin, 28 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, Detikzone.id — Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SDN Bunten Barat 2, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, diduga kuat sarat maladministrasi. Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang pun terkesan lepas tangan tanpa pengawasan ketat.

Dugaan praktik titip kursi ini diungkapkan Joko Edi, salah satu wali murid asal Desa Bunten Timur. Ia mengaku kecewa berat karena anaknya ditolak mendaftar sebelum proses pendaftaran resmi dibuka. (28/07/2025).

“Sangat kecewa, anak saya belum sempat daftar sudah ditolak. Alasannya kuota penuh,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Plt Kepala SDN Bunten Barat 2, Taufikur Rahman, membenarkan hal tersebut. Ia mengakui, sekolahnya memang sudah penuh sebelum jadwal pendaftaran dibuka.

“Kuotanya hanya 28 siswa, sedangkan yang mau masuk sampai 40 lebih. Banyak orang tua sudah memesan bangku jauh-jauh hari,” ungkapnya.

Meski begitu, ia berdalih pihak sekolah tetap melakukan seleksi sesuai prosedur. “Pastinya tidak langsung diterima semua, tetap ada seleksi dan kriteria,” imbuhnya.

Ironisnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Muhammad Fadeli dan Kabid SD Abdul Rahman hingga berita ini diturunkan enggan memberikan klarifikasi. Konfirmasi media ini diabaikan meski dugaan maladministrasi terang-benderang di depan mata.

Praktik titip kursi di sekolah negeri jelas menyalahi semangat pemerataan pendidikan yang adil dan transparan. Masyarakat berharap Dinas Pendidikan tidak tutup mata dan segera turun tangan membenahi sistem penerimaan murid baru yang rawan dimainkan oknum tidak bertanggung jawab.

Penulis : Anam

Berita Terkait

Usai Menggetarkan Indonesia Lewat Sederet Aksi Kemanusiaan Secara Masif, Founder BIP Ali Zainal Abidin Kini Luncurkan LBH Gratis untuk Masyarakat Kecil
Bumi Pamekasan Terancam, PMII Desak Penertiban Tambang Ilegal
Operasi Rokok Ilegal di Candi Sidoarjo Tuai Sorotan, Pedagang Kecil Mengeluh, Pabrik Besar Belum Tersentuh?
Pengusaha Rokok Sidoarjo Haji Samsul Huda Mengemuka dalam Dugaan Skandal Cukai Rokok, KPK Didesak Tidak Tebang Pilih
Datang Ambil Kardus, Pria di Sapeken Sumenep Justru Diciduk Polisi
Skandal Kades Situbondo Kian Membara: 1 Dinonaktifkan, 4 Desa Dibidik Inspektorat, Dana Desa Rp15 Miliar Jadi Sorotan
Pamer Kemewahan di Tengah Jeritan Ekonomi, Satpol PP Probolinggo Beli Mobil Double Gardan Rp1 Miliar
Usai Kuasa Hukum Laporkan Penyidik, Ditreskrimum Polda Jatim Terbitkan SP2HP Kasus Dana Rumpon Nelayan Rp6,3 Miliar

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:58 WIB

Usai Menggetarkan Indonesia Lewat Sederet Aksi Kemanusiaan Secara Masif, Founder BIP Ali Zainal Abidin Kini Luncurkan LBH Gratis untuk Masyarakat Kecil

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:09 WIB

Bumi Pamekasan Terancam, PMII Desak Penertiban Tambang Ilegal

Senin, 18 Mei 2026 - 14:07 WIB

Operasi Rokok Ilegal di Candi Sidoarjo Tuai Sorotan, Pedagang Kecil Mengeluh, Pabrik Besar Belum Tersentuh?

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:02 WIB

Pengusaha Rokok Sidoarjo Haji Samsul Huda Mengemuka dalam Dugaan Skandal Cukai Rokok, KPK Didesak Tidak Tebang Pilih

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:55 WIB

Datang Ambil Kardus, Pria di Sapeken Sumenep Justru Diciduk Polisi

Berita Terbaru