SAMPANG, Detikzone.id — Kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor pelabuhan Sampang terancam kian leluasa. Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Sampang, Raden Chalilurachman, M.Si, dinilai gagal menunjukkan kepemimpinan dan penguasaan data pada audiensi bersama LSM Laskar Bangkit Madura Raya (LASBANDRA) di Aula Mini Pemkab Sampang, (028/2025).
Dalam forum resmi yang membahas dugaan pungutan liar dan kebocoran PAD pelabuhan, Kadishub justru tidak mampu menjawab pertanyaan mendasar: berapa jumlah pelabuhan yang seharusnya dia kelola?
“Mohon maaf, saya baru delapan bulan menjabat. Saya tidak tahu berapa jumlah pelabuhan yang dikelola Dishub,” ucap Chalilurachman di hadapan puluhan peserta audiensi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Alih-alih menampilkan data akurat, Kadishub malah berjanji akan mendatangkan Kepala Bidang Laut Dishub pada pertemuan berikutnya.
“Kami akan hadirkan Kabid Laut Dishub untuk menjelaskan jumlah pelabuhan dan data PAD-nya,” katanya berdalih.
Pernyataan ini memancing kekecewaan. Nasrul Hidayat dari Bagian Hukum Pemkab Sampang menilai ketidaksiapan ini mencerminkan lemahnya komitmen reformasi birokrasi di tubuh Dishub.
“Kalau topiknya dugaan kebocoran PAD dan pungli, seharusnya Dishub datang dengan data detail. Ini soal dasar, bukan hal remeh,” tegas Nasrul.
Minimnya data membuat publik menduga potensi kebocoran PAD di sektor pelabuhan akan sulit dibendung. Celah pungutan liar pun terbuka lebar, ditambah birokrat yang gagap memetakan wilayah kerjanya sendiri.
Ironisnya, Raden Chalilurachman selama ini sering tampil bicara soal pembenahan pendapatan daerah. Namun, di forum terbuka, reformasi yang digembar-gemborkan ternyata runtuh di hadapan satu pertanyaan sederhana.
Potret carut-marut birokrasi ini memantik pertanyaan serius: bagaimana mungkin kebocoran PAD ditutup kalau kepala dinasnya saja tak hafal aset vital yang jadi sumber pendapatan daerah?
Yang lebih miris, Chalilurachman kini disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang. Publik pun mulai meragukan kelayakan figur birokrat yang terbukti gagap di meja audiensi.
Apakah PAD pelabuhan Sampang akan terus mengalir entah ke mana, sementara pejabatnya tak pernah benar-benar paham apa yang mereka kelola.
Penulis : Anam








