FIKOM Unitomo dan Peneliti Dunia Kembangkan Model Anti Pembajakan Film Nasional

Rabu, 3 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya, 3 September 2025 – Di Kota Pahlawan yang sarat semangat perjuangan, sebuah misi intelektual untuk menjaga kedaulatan kreatif bangsa terus bergulir. Dr. Daniel Susilo, peneliti komunikasi bereputasi global, memimpin fase uji coba instrumen riset dan literasi digital anti pembajakan di Auditorium Fikom Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), Surabaya.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian uji coba nasional yang telah berlangsung di Jakarta, Makassar, Medan, dan Bandung. Instrumen yang diuji dikembangkan bersama Badan Perfilman Indonesia (BPI), dirancang untuk mengukur sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam mengapresiasi film nasional dan menolak konsumsi film ilegal.

Dipandu oleh Dr. Nurannafi Farni Syam Maella, Kaprodi Magister Ilmu Komunikasi Unitomo, sesi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Mereka tidak hanya menjadi responden, tetapi juga berkomitmen menjadi agen perubahan di komunitas masing-masing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Surabaya memiliki denyut kreativitas dan semangat komunitas yang sangat kuat. Menguji instrumen yang kami kembangkan bersama BPI di sini adalah sebuah keharusan,” tegas Dr. Daniel Susilo, yang juga lulusan Pasca Doktoral Vrije University Amsterdam.

“Isu ini bukan sekadar soal ‘jangan membajak’. Pertanyaannya adalah bagaimana kita membangun bangsa yang bangga serta mau berinvestasi, baik secara finansial maupun atensi, pada karya terbaiknya sendiri. Itulah esensi dari apresiasi.” tambahnya.

Sementara itu, Dr. Endik Hidayat, peneliti Pusat Riset Politik BRIN, menegaskan pentingnya keberagaman data lintas kota. “Surabaya adalah titik validasi kelima. Dengan mengumpulkan data dari Jakarta, Makassar, Medan, Bandung, dan Surabaya, kami membangun peta sosial yang komprehensif. Hanya dengan variasi temuan yang kaya, rekomendasi kebijakan kami akan tajam dan relevan,” ujarnya.

Data dari rangkaian uji coba ini akan memperkuat Model Literasi-Apresiasi-Preventif (LAP) yang tengah dikembangkan. Model tersebut ditargetkan menjadi rekomendasi strategis bagi pemerintah dan industri perfilman untuk melindungi karya lokal sekaligus memperkuat ekosistem kreatif Indonesia.

 

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Rakorda IMMAPSI Jatim di Unesa, Satukan Visi dan Aspirasi Mahasiswa Demi Masa Depan Pendidikan
Mahasiswa Prodi Manajemen UNIMUGO Raih Juara 3 Bisnis Craft di Studenpreneur Bootcamp MCEBI 2026
Guru Hebat Lahir dari Kolaborasi, SDN Pasongsongan I Sumenep Gelar Workshop Literasi dan Numerasi
Tangis Haru dan Gelak Tawa Warnai Penutupan MPLS SDN Panaongan III, Bibit-Bibit Talenta Baru Mulai Bersinar
MPLS Hari Keempat SDN Panaongan III Sumenep Hadirkan “Mana-Mana” dan Tenaga Kesehatan Puskesmas, Tanamkan Etika Digital hingga Karakter Hidup Bersih Sejak Dini
MPLS Bernuansa Karakter! Pendongeng Nasional Kak Avan Ajak Siswa SDN Pasongsongan I Sumenep Tolak Bullying, Kepsek Tegaskan Pentingnya Empati Sejak Dini
SD Muhammadiyah 1 Bawean dan SMP Muhammadiyah 3 Sangkapura Gresik Gelar MPLS, Usung Tema “MELINGKARLAH” dengan Konsep Circus Show
GEBRAKAN AWAL TAHUN! MPLS Ramah SDN Panaongan III Dibuka Dua Pengawas Sekaligus, Luncurkan SAKOPENGAN dan Hotline PORAGUS

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:05 WIB

Rakorda IMMAPSI Jatim di Unesa, Satukan Visi dan Aspirasi Mahasiswa Demi Masa Depan Pendidikan

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:01 WIB

Mahasiswa Prodi Manajemen UNIMUGO Raih Juara 3 Bisnis Craft di Studenpreneur Bootcamp MCEBI 2026

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:48 WIB

Guru Hebat Lahir dari Kolaborasi, SDN Pasongsongan I Sumenep Gelar Workshop Literasi dan Numerasi

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:10 WIB

Tangis Haru dan Gelak Tawa Warnai Penutupan MPLS SDN Panaongan III, Bibit-Bibit Talenta Baru Mulai Bersinar

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:40 WIB

MPLS Hari Keempat SDN Panaongan III Sumenep Hadirkan “Mana-Mana” dan Tenaga Kesehatan Puskesmas, Tanamkan Etika Digital hingga Karakter Hidup Bersih Sejak Dini

Berita Terbaru