Dari Situbondo, Gus Lilur Ungkap Drama Izin Tambang Pasir Laut KKP vs ESDM

Minggu, 4 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SITUBONDO, Detikzone.id — Owner Kaisar Bauksit Nusantara (Kabantara Grup), HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur, membeberkan fakta mengejutkan soal mandeknya penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Pasir Laut di Indonesia.

Ia menyebut, konflik kewenangan antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadi biang keladi kekacauan tata kelola tambang nasional selama lebih dari lima tahun.

“Negara gagal menerbitkan IUP baru karena dua kementerian ini saling berebut kewenangan,” kata Gus Lilur, Senin (5/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, benturan kepentingan tersebut bukan sekadar perbedaan tafsir regulasi, melainkan persaingan sengit yang berdampak langsung pada iklim investasi dan kepastian hukum di sektor pertambangan. Ia menilai konflik itu selama ini sengaja ditutupi dari publik.

“Tidak banyak yang tahu bahwa pernah terjadi benturan serius soal siapa yang berhak menerbitkan izin tambang di NKRI,” ungkap cicit Ken Arok itu.

Gus Lilur menyambut terbitnya Undang-Undang Minerba Nomor 2 Tahun 2025 yang dinilainya telah memperjelas kewenangan ESDM dalam urusan pertambangan.

Ia berharap ke depan tidak ada lagi tarik-menarik kepentingan antar kementerian.

“Sekarang ESDM seharusnya bisa bekerja fokus tanpa diganggu. Presiden mestinya tahu konflik ini dan tidak lagi mengulang kesalahan penempatan pejabat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti dampak buruk konflik tersebut, mulai dari dicabutnya lebih dari 10.000 IUP sejak 2016 hingga 2022, hingga menjamurnya ribuan tambang ilegal yang beroperasi tanpa pengawasan negara.

“Ketika izin resmi dipersulit, tambang ilegal justru tumbuh subur. Negara malah kehilangan kendali,” ujarnya.

Gus Lilur menegaskan bahwa pertambangan merupakan kebutuhan dasar pembangunan dan kehidupan modern. Namun, praktiknya harus dijalankan secara bertanggung jawab dan berwawasan lingkungan.

“Kita hidup dari hasil tambang. Pasir, besi, semen, kaca, aluminium, semuanya dari tambang. Yang salah bukan tambangnya, tapi cara mengelolanya,” jelasnya.

Ia juga mengaitkan kerusakan lingkungan dan bencana di sejumlah wilayah, termasuk di Sumatera, dengan praktik penambangan tanpa aturan serta penggundulan hutan yang masif.

“Aturan kita sudah hampir sempurna, tapi pelaksanaannya amburadul karena ulah para penjahat yang menyusup di dalam sistem,” sindirnya.

Menutup pernyataannya, Gus Lilur menyerukan penegakan hukum tanpa kompromi demi mewujudkan keadilan sosial.

“Tegakkan hukum setegak-tegaknya,” ucapnya mengutip lirik Iwan Fals,
“Salam Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.”

Penulis : Anton

Berita Terkait

APJ Sumenep Melawan! Surat Keberatan Dilayangkan, Aksi Sebulan Siap Digelar Tolak Kriminalisasi Jurnalis
Panas! Wartawan Dipanggil Polisi Terkait Produk Pers, Jurnalis Sumenep Melawan: Ancaman Kriminalisasi di Tengah Skandal Tambang Maut dan Mafia BBM
Geruduk DPRD, PMII Sampang Tuding Tambang Liar Picu Kerusakan Lingkungan
Anggaran Langganan Koran dan Iklan Sekretariat DPRD Kota Probolinggo Senilai Puluhan Juta Jadi Sorotan, Sekwan Pilih Bungkam
Salah Kaprah! KIHT Probolinggo Dibiarkan Mangkrak, Anggaran Kendaraan Setengah Miliar Lebih Malah Digelontorkan
Isu “Sapi Raib” BUMDes Paowan Dibantah, Pemdes Tegaskan Penjualan Sudah Sesuai Prosedur
Pamit Cari Sapi, Pria Ini Ditemukan Tinggal Kerangka di Hutan Baluran
Demi Negara, KPK Didesak Bongkar Total Dugaan Skandal Pita Cukai di Sidoarjo, Bos Rokok Slava Bold H. Samsul Huda Disorot

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 21:10 WIB

APJ Sumenep Melawan! Surat Keberatan Dilayangkan, Aksi Sebulan Siap Digelar Tolak Kriminalisasi Jurnalis

Selasa, 21 April 2026 - 20:42 WIB

Panas! Wartawan Dipanggil Polisi Terkait Produk Pers, Jurnalis Sumenep Melawan: Ancaman Kriminalisasi di Tengah Skandal Tambang Maut dan Mafia BBM

Selasa, 21 April 2026 - 20:01 WIB

Geruduk DPRD, PMII Sampang Tuding Tambang Liar Picu Kerusakan Lingkungan

Selasa, 21 April 2026 - 10:48 WIB

Anggaran Langganan Koran dan Iklan Sekretariat DPRD Kota Probolinggo Senilai Puluhan Juta Jadi Sorotan, Sekwan Pilih Bungkam

Senin, 20 April 2026 - 19:39 WIB

Salah Kaprah! KIHT Probolinggo Dibiarkan Mangkrak, Anggaran Kendaraan Setengah Miliar Lebih Malah Digelontorkan

Berita Terbaru

NASIONAL

Truk Muatan Pakan Ayam Seruduk Trailer di Pantura Pemalang

Rabu, 22 Apr 2026 - 13:30 WIB