Dari Kelas Sederhana ke Panggung Nasional: Perjuangan Sunyi Sovi Kurnia Dewi untuk Guru Honorer Indonesia

Minggu, 25 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep – Di sebuah ruang kelas sederhana di SDN Campor Barat II, seorang guru honorer bernama Sovi Kurnia Dewi, S.Pd menorehkan jejak yang jauh melampaui papan tulis dan bangku murid. Bagi banyak orang, ia adalah guru yang sabar dan tekun. Namun bagi ribuan guru honorer di seluruh Indonesia, namanya kini menjelma sebagai simbol keberanian, ketulusan, dan pengabdian tanpa pamrih.

Perjalanan panjang itu bermula dari keresahan yang sederhana: ketidakpastian nasib guru honorer. Di Kabupaten Sumenep, Sovi melihat sendiri bagaimana para pendidik yang mengabdi puluhan tahun masih harus hidup dalam bayang-bayang status yang tak kunjung jelas. Dari situlah ia mulai menggerakkan rekan-rekannya, satu per satu, dari sekolah ke sekolah, membangun jejaring komunikasi dan solidaritas.

Tak butuh waktu lama hingga gerakan itu membesar. Sovi kemudian dipercaya menjadi koordinator guru honorer se-Kabupaten Sumenep, sebuah tanggung jawab besar yang ia emban tanpa lelah. Di tengah keterbatasan, ia menyatukan suara-suara kecil menjadi satu gema perjuangan yang kuat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Puncak dari ikhtiar itu terjadi ketika Sovi ikut mengoordinir dan menggerakkan unjuk rasa damai di Badan Kepegawaian Negara (BKN). Aksi tersebut bukan sekadar demonstrasi, melainkan jeritan kolektif dari para guru honorer seluruh Indonesia yang menuntut keadilan. Ribuan guru dari berbagai daerah datang dengan satu tujuan: memperjuangkan masa depan yang lebih pasti.

Dan perjuangan itu tidak sia-sia. Dari tekanan moral dan persatuan itulah lahir sebuah kebijakan penting: PPPK Paruh Waktu, sebuah skema yang membuka harapan baru bagi guru honorer untuk mendapatkan pengakuan dan kepastian status dalam sistem kepegawaian negara.

Namun, bagi Sovi, kemenangan itu bukanlah garis akhir.

Ia kembali ke Sumenep dengan satu misi baru: memastikan bahwa kebijakan tersebut benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh para guru. Maka dibentuklah Korcam (Koordinator Kecamatan) PPPK Paruh Waktu se-Kabupaten Sumenep, sebuah struktur yang rapi dan solid, yang bertugas mendampingi para guru mulai dari proses pemberkasan hingga pengambilan sumpah dan Surat Keputusan (SK).

Hasilnya terasa nyata. Pada proses pemberkasan, pengambilan sumpah, hingga penerbitan SK tahun lalu, ribuan PPPK Paruh Waktu di Sumenep merasakan kemudahan, keteraturan, dan pendampingan yang sebelumnya tak pernah ada. Banyak guru mengakui bahwa tanpa Korcam yang dikoordinir oleh Sovi, proses tersebut akan jauh lebih rumit dan melelahkan.

Di tengah apresiasi yang terus mengalir, Sovi tetap menunjukkan kerendahan hati. Ia menegaskan bahwa perjuangannya tidak pernah berdiri sendiri.

“Saya menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Bupati Sumenep, Kepala BKPSDM Kabupaten Sumenep, dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. Tanpa dukungan, arahan, dan kebijakan beliau-beliau, usaha dan ikhtiar yang kami lakukan tidak akan berarti apa-apa. Perjuangan ini adalah kerja bersama demi masa depan guru honorer,” ujar Sovi.

Sovi Kurnia Dewi bukan pejabat, bukan pula tokoh politik. Ia hanyalah seorang guru honorer dari sebuah sekolah dasar di pelosok. Namun dari ketulusan dan keberaniannya, lahir perubahan yang berdampak nasional.

Dalam diam dan kesederhanaannya, ia telah membuktikan satu hal:
bahwa satu orang dengan niat tulus bisa mengguncang sistem, dan satu guru dengan keberanian bisa mengubah masa depan ribuan guru lainnya.

Penulis : AS

Berita Terkait

Harumkan Nama Sumenep di Ajang Internasional, Lima Siswa SMP Integral Luqman Al Hakim Borong Medali HKIMO 2026
Harumkan Nama Sumenep di Panggung Nasional, Putri Anggota JSI Awan Dania Siswi SMAN 2 Sumenep Sabet Juara 1 Pencak Silat
Bertepatan dengan Hari Santri Nasional, Agus Sugianto Terima Estafet Kepemimpinan SDN Padangdangan I
Sekolah Inklusi Siaga Bencana: SMAN 1 Dringu dan PMI Probolinggo Rancang Pelindungan Setara
UPT SDN 337 Gresik Gelar Scout Expedition di Alam Bebas, Bangkitkan Semangat Kepramukaan dan Bentuk Generasi Tangguh 
Agus Salim, S.Pd. Terpilih sebagai Ketua PARUGA Kecamatan Pasongsongan Periode 2026–2031
Berbalut Busana Muslim, Upacara Bendera SDN Padangdangan I Kobarkan Nasionalisme dan Serukan Sekolah Bebas Perundungan
SDN Pasongsongan I Tembus Semifinal ISCO PEDIYAH, Dukungan KKKS dan Pengawas Jadi Suntikan Semangat Menuju Final

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Harumkan Nama Sumenep di Ajang Internasional, Lima Siswa SMP Integral Luqman Al Hakim Borong Medali HKIMO 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Harumkan Nama Sumenep di Panggung Nasional, Putri Anggota JSI Awan Dania Siswi SMAN 2 Sumenep Sabet Juara 1 Pencak Silat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Bertepatan dengan Hari Santri Nasional, Agus Sugianto Terima Estafet Kepemimpinan SDN Padangdangan I

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Sekolah Inklusi Siaga Bencana: SMAN 1 Dringu dan PMI Probolinggo Rancang Pelindungan Setara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:39 WIB

UPT SDN 337 Gresik Gelar Scout Expedition di Alam Bebas, Bangkitkan Semangat Kepramukaan dan Bentuk Generasi Tangguh 

Berita Terbaru