Kendal – Produksi tempe berbahan dasar kedelai menjadi salah satu program pembinaan kemandirian yang ada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendal.
Program ini dibuat untuk membekali warga binaan dengan keterampilan produktif sekaligus mendukung UMKM dan program ketahanan pangan di Lapas Kendal. Tempe dipilih karena merupakan sumber protein nabati bernilai gizi tinggi serta memiliki proses pengolahan yang relatif sederhana.
Kepala Lapas Kendal, Ary Nirwanto mengatakan dalam program ini, warga binaan mendapatkan pelatihan mulai dari pemilihan kedelai berkualitas, proses perebusan, peragian, fermentasi, hingga teknik pengemasan yang higienis dan layak dikonsumsi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kegiatan produksi tempe tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama antarsesama warga binaan. Dengan demikian, proses pelatihan tidak hanya berfokus pada hasil produk, tetapi juga pada pembentukan karakter,” ungkap Ary,pada Selasa (27/1 ).
Kalapas menyebut hasil produksi tempe dimanfaatkan secara langsung untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian warga binaan. Bekerjasama dengan vendor penyedia bahan makanan (Bama), Tempe tersebut diolah sebagai salah satu menu makanan di dapur Lapas, sehingga turut menunjang penyediaan gizi seimbang bagi seluruh warga binaan.
Selain untuk konsumsi internal, program ini juga membuka peluang pengembangan ke depan agar produk tempe dapat memiliki nilai ekonomis yang lebih, dengan melakukan penjualan keluar Lapas sesuai dengan kebutuhan pasar lokal.
“Kami berharap kegiatan ini mampu memberikan pengalaman wirausaha dasar bagi warga binaan sebagai bekal setelah kembali ke tengah masyarakat,” jelasnya.
Melalui program produksi tempe, Lapas Kendal menegaskan komitmennya dalam mendukung UMKM dan ketahanan pangan sebagai implementasi 15 program aksi kementerian IMIPAS tahun 2026 melalui pembinaan yang berkelanjutan, bermanfaat, dan berorientasi pada kemandirian.( Ragil).








