SUMENEP – Isu strategis tentang masa depan garam nasional kembali menghangat. Dalam sebuah forum bergengsi bertajuk Dialog Khusus, perhatian publik tertuju pada peran Jawa Timur sebagai benteng utama swasembada garam Indonesia.
Acara yang disiarkan langsung oleh JTV pada Senin, 20 April 2026 pukul 18.00 WIB ini menghadirkan tokoh-tokoh penting yang memiliki peran strategis dalam sektor industri dan pemerintahan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Achmad Fauzi Wongsojudo, yang dikenal aktif mendorong penguatan sektor garam di wilayahnya.
Dalam forum tersebut, isu kemandirian garam nasional dibahas secara mendalam, mulai dari tantangan produksi, kesejahteraan petani garam, hingga kebijakan yang dinilai perlu diperkuat agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya itu, diskusi juga menghadirkan Iwan Winardi, Ketua Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Jawa Timur, serta Indra Kurniawan, Sekretaris Perusahaan PT Garam. Kehadiran mereka memperkuat perspektif industri dalam melihat urgensi swasembada garam sebagai bagian dari ketahanan pangan nasional.
Sorotan utama mengarah pada potensi besar wilayah pesisir Jawa Timur, khususnya Madura dan Sumenep, yang selama ini dikenal sebagai sentra produksi garam. Namun di balik potensi tersebut, masih terdapat berbagai persoalan klasik yang belum sepenuhnya terurai.
Mulai dari fluktuasi harga, distribusi yang tidak merata, hingga kebijakan impor yang kerap memicu polemik di kalangan petani lokal. Hal ini menjadi tantangan besar yang harus dijawab secara serius oleh semua pihak.
Dalam suasana diskusi yang dinamis, gagasan menjadikan Jawa Timur sebagai benteng swasembada garam nasional bukan sekadar wacana, melainkan tuntutan nyata di tengah kebutuhan industri dan konsumsi domestik yang terus meningkat.
Program ini dipandu oleh host Karyn Sem, yang mengarahkan jalannya diskusi secara interaktif dan mendalam, membuka ruang dialog antara pemerintah dan pelaku industri.
Dengan disiarkan secara luas melalui platform digital dan televisi, dialog ini diharapkan mampu menggugah kesadaran publik sekaligus mendorong lahirnya kebijakan konkret demi mewujudkan kemandirian garam nasional.
Di tengah tantangan global dan tekanan ekonomi, satu pesan menguat dari forum ini: jika dikelola dengan serius dan berkelanjutan, Jawa Timur bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan nasional, tetapi juga menjadi simbol kedaulatan pangan Indonesia.
Penulis : Redaksi







