PROBOLINGGO – Warga Kelurahan Sukabumi kini bisa melihat wajah baru Jalan Mawar Indah setelah proyek pemeliharaan jalan selesai digarap. Namun, hasil akhir proyek pengaspalan ini memicu tanda tanya karena permukaan jalan dinilai kurang mulus dan bergelombang.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, proyek pengerjaan aspal hotmix ini dikebut pada malam hari. Sisa-sisa pengerjaan bahkan masih terlihat jelas dengan kondisi aspal yang tampak masih basah. Meski statusnya baru saja rampung diperbaiki, kontur jalan tidak rata dan bergelombang saat dilintasi kendaraan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Probolinggo, Ghofur Effendi, memberikan penjelasan mengenai teknis proyek tersebut. Menurutnya, proyek ini murni merupakan paket pemeliharaan jalan, bukan pembangunan dari nol.”Kerusakan di Jalan Mawar Indah terjadi pada lapis permukaan, bukan pada fondasi jalan. Oleh karena itu, perbaikan dilakukan dengan metode pelapisan permukaan perata menggunakan Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) setebal 4 sentimeter,” ujar Abdul Gofur saat dikonfirmasi,jum at (17/7/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan bahwa proyek ini mencakup dua area penanganan, masing-masing dengan panjang 175 meter x lebar 2,75 meter, serta spot tambahan sepanjang 34,5 meter x lebar 2,75 meter.Menariknya, Abdul Gofur juga membeberkan bahwa proyek pemeliharaan ini tidak melibatkan perusahaan konsultan eksternal untuk proses perencanaan dan pengawasan. Dinas PUPR memilih untuk mengandalkan tenaga teknis perorangan.
“Untuk perencanaan dan pengawasan tidak menggunakan konsultan, tapi menggunakan tenaga teknis. Tenaga teknisnya orang luar (bukan dari internal PU), melainkan tenaga teknis perorangan,” pungkasnya.
Kini, warga setempat berharap ketahanan aspal AC-WC setebal 4 cm ini tetap terjaga dalam jangka panjang, meskipun kondisi fisiknya saat ini dirasa masyarakat masih kurang maksimal.
Penulis : Moch Solihin







