Aksi Bocah di Pemalang Main Keranda Replika Bekas Karnaval, Warganet Bereaksi

Selasa, 1 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG– Aksi sekelompok anak sekolah dasar (SD) yang bermain menggunakan keranda jenazah replika di jalan raya Beji, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, mengundang perhatian warga, Selasa (1/9/2026).

Keranda yang digunakan diketahui merupakan replika bekas kegiatan karnaval dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI. Sejumlah anak kemudian menggunakan replika tersebut sebagai bagian dari permainan.

Dalam sejumlah foto yang beredar, anak-anak yang disebut merupakan siswa SD di wilayah Kecamatan Taman itu terlihat membawa keranda replika sambil berjalan di kawasan jalan raya. Mereka juga memperagakan suasana seperti prosesi pemakaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa tersebut diketahui terjadi di sekitar Jalan Raya Beji, sebelah timur Polsek Taman, Kabupaten Pemalang.

Salah seorang anak bernama Rafli (12) terlihat berada di dalam keranda replika tersebut. Sementara beberapa temannya mengangkat dan membawa keranda sambil berjalan.

Mereka juga terdengar mengumandangkan kalimat tahlil. Namun, suasana kemudian berubah menjadi permainan ketika anak yang berada di dalam keranda keluar dan tertawa bersama teman-temannya.

Salah seorang teman Rafli mengatakan, permainan tersebut dilakukan secara spontan karena mereka melihat keranda replika bekas karnaval.

“Gabut, Om. Jadi replika keranda bekas karnaval HUT RI kemarin buat gotong teman kami keliling lewat jalan raya. Yang penting happy,” ujarnya.

Aksi tersebut sempat menarik perhatian pengguna jalan yang melintas. Sejumlah warga terlihat heran melihat anak-anak bermain menggunakan keranda replika di kawasan jalan raya.

“Kok ya aneh-aneh, nggak takut mainan seperti itu di jalan raya lagi,” ujar Arum, salah seorang pengendara yang melintas di lokasi.

Meski mengundang reaksi beragam, aksi tersebut tidak berlangsung lama. Sejumlah tokoh masyarakat setempat disebut telah mengingatkan anak-anak agar tidak bermain di jalan raya karena dapat membahayakan keselamatan mereka maupun pengguna jalan lainnya.

Permainan itu akhirnya berakhir ketika Rafli keluar dari keranda sambil tertawa. Teman-temannya kemudian membubarkan diri dari lokasi.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga karena memperlihatkan spontanitas anak-anak dalam memanfaatkan properti bekas kegiatan karnaval sebagai sarana bermain.

Namun, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama, mengingat aktivitas tersebut dilakukan di kawasan jalan raya yang digunakan oleh kendaraan.

(Ragil)

 

Berita Terkait

Prof Sutan Nasomal Dorong KPK Pastikan Penelusuran Anggaran Pemkab Bogor Berbasis Bukti
Lautan Oranye Petani Tebu Kepung Istana Merdeka, Desak HPP Rp16.875 dan Copot Menko Bidang Pangan
Ansor Jatim Gelar Halaqoh Tani Muda, Dorong Inovasi dan Solusi Problem Pertanian
Jelang Aksi Istana, Ketua Umum APTRI Adukan Nasib Petani Tebu ke KSP Dudung Abdurachman
Dari Panti Asuhan hingga Thailand, Kiprah Dekan FBA UNIBA Madura Lailiy Kurnia Ilahi Dorong Pendidikan Berdaya Saing Global
MCF 2026 Jadi Panggung Talenta Pelajar, Disbudporapar Sumenep Dorong Generasi Muda Berkarya
Gus Kikin Pimpin PB NU, AHWA Kembali Jadi Penentu Kepemimpinan  
AHWA: Jembatan antara Cita-Cita Murni dan Kenyataan yang Berjalan

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 19:28 WIB

Aksi Bocah di Pemalang Main Keranda Replika Bekas Karnaval, Warganet Bereaksi

Selasa, 1 September 2026 - 19:24 WIB

Prof Sutan Nasomal Dorong KPK Pastikan Penelusuran Anggaran Pemkab Bogor Berbasis Bukti

Selasa, 1 September 2026 - 10:42 WIB

Lautan Oranye Petani Tebu Kepung Istana Merdeka, Desak HPP Rp16.875 dan Copot Menko Bidang Pangan

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Ansor Jatim Gelar Halaqoh Tani Muda, Dorong Inovasi dan Solusi Problem Pertanian

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:15 WIB

Jelang Aksi Istana, Ketua Umum APTRI Adukan Nasib Petani Tebu ke KSP Dudung Abdurachman

Berita Terbaru