PEMALANG– Aksi sekelompok anak sekolah dasar (SD) yang bermain menggunakan keranda jenazah replika di jalan raya Beji, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, mengundang perhatian warga, Selasa (1/9/2026).
Keranda yang digunakan diketahui merupakan replika bekas kegiatan karnaval dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI. Sejumlah anak kemudian menggunakan replika tersebut sebagai bagian dari permainan.
Dalam sejumlah foto yang beredar, anak-anak yang disebut merupakan siswa SD di wilayah Kecamatan Taman itu terlihat membawa keranda replika sambil berjalan di kawasan jalan raya. Mereka juga memperagakan suasana seperti prosesi pemakaman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa tersebut diketahui terjadi di sekitar Jalan Raya Beji, sebelah timur Polsek Taman, Kabupaten Pemalang.
Salah seorang anak bernama Rafli (12) terlihat berada di dalam keranda replika tersebut. Sementara beberapa temannya mengangkat dan membawa keranda sambil berjalan.
Mereka juga terdengar mengumandangkan kalimat tahlil. Namun, suasana kemudian berubah menjadi permainan ketika anak yang berada di dalam keranda keluar dan tertawa bersama teman-temannya.
Salah seorang teman Rafli mengatakan, permainan tersebut dilakukan secara spontan karena mereka melihat keranda replika bekas karnaval.
“Gabut, Om. Jadi replika keranda bekas karnaval HUT RI kemarin buat gotong teman kami keliling lewat jalan raya. Yang penting happy,” ujarnya.
Aksi tersebut sempat menarik perhatian pengguna jalan yang melintas. Sejumlah warga terlihat heran melihat anak-anak bermain menggunakan keranda replika di kawasan jalan raya.
“Kok ya aneh-aneh, nggak takut mainan seperti itu di jalan raya lagi,” ujar Arum, salah seorang pengendara yang melintas di lokasi.
Meski mengundang reaksi beragam, aksi tersebut tidak berlangsung lama. Sejumlah tokoh masyarakat setempat disebut telah mengingatkan anak-anak agar tidak bermain di jalan raya karena dapat membahayakan keselamatan mereka maupun pengguna jalan lainnya.
Permainan itu akhirnya berakhir ketika Rafli keluar dari keranda sambil tertawa. Teman-temannya kemudian membubarkan diri dari lokasi.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga karena memperlihatkan spontanitas anak-anak dalam memanfaatkan properti bekas kegiatan karnaval sebagai sarana bermain.
Namun, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama, mengingat aktivitas tersebut dilakukan di kawasan jalan raya yang digunakan oleh kendaraan.
(Ragil)







