SUMENEP – Pengelolaan keuangan dan aset di fasilitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya berjalan, tetapi juga harus dipastikan tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Sebab, di balik pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terdapat tanggung jawab besar dalam mengelola setiap anggaran dan barang milik daerah.
Komitmen tersebut ditegaskan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep melalui kegiatan monitoring dan evaluasi pengelolaan keuangan serta aset di Puskesmas Batuan, Kamis (29/10/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan sekaligus memastikan seluruh proses administrasi dan penggunaan anggaran berjalan sesuai ketentuan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi tersebut penting untuk memastikan pengelolaan keuangan puskesmas berlangsung secara akuntabel.
Dalam evaluasi tersebut, Dinkes P2KB turut mencermati penyerapan anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Penggunaannya harus sesuai dengan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) serta rencana kerja subkegiatan masing-masing puskesmas.
Tidak hanya itu, kelengkapan dan keabsahan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) bendahara penerimaan maupun bendahara pengeluaran juga menjadi perhatian. Termasuk pembukuan, penutupan kas akhir tahun, serta pencatatan setiap transaksi keuangan.
Aspek perpajakan pun tidak luput dari pemeriksaan, terutama pembayaran dan pelaporan pajak melalui aplikasi Coretax. Langkah tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi kendala administrasi sejak dini, sekaligus mendukung penyusunan laporan keuangan konsolidasi yang akurat dan meminimalkan potensi temuan pemeriksaan BPK maupun Inspektorat.
Menurutnya, ketertiban administrasi, akuntabilitas penggunaan anggaran, serta akurasi pencatatan aset merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan operasional fasilitas kesehatan.
Sebab, pengelolaan keuangan dan aset yang baik bukan hanya menyangkut administrasi, melainkan juga menjadi salah satu penopang peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut melibatkan Kepala Puskesmas Batuan, Kepala Tata Usaha (KTU), bendahara penerimaan, bendahara pengeluaran, petugas pengelola aset dan gudang, bagian akuntansi, bendahara BOK, serta pemegang aplikasi SIVA.
Penulis : Red







