Diduga Kuasai Mobil Bodong, Aipda Rz Diperiksa Propam Polres Pangkep

Senin, 12 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pangkep – Seorang anggota polisi dari Polres Pangkep, Aipda RZ, tengah menjalani pemeriksaan oleh Propam Polres Pangkep atas dugaan penguasaan kendaraan yang diduga bodong (tidak memiliki dokumen sah).

Mobil tersebut kini telah diamankan di Mako Polres Pangkep.

Kasi Propam Polres Pangkep, AKP Amiruddin, membenarkan bahwa pihaknya langsung merespons cepat setelah informasi dugaan tersebut muncul di media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 “Ya, kami sudah amankan mobil tersebut di Mako Polres Pangkep setelah mengetahui informasi itu beredar di media,” ujar AKP Amiruddin.

Lebih lanjut, AKP Amiruddin menjelaskan bahwa pihaknya telah menjadwalkan pertemuan antara kedua belah pihak pada hari Rabu untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan menyelesaikan masalah ini dengan baik.

“Hari Rabu kami jadwalkan kedua belah pihak untuk dipertemukan agar dimintai keterangan dan diselesaikan dengan baik,” tutupnya.

Sementara itu, seorang perwakilan dari pihak MTF Finance, yang enggan disebutkan namanya menyatakan kesiapannya untuk hadir dalam pertemuan tersebut dan membawa seluruh dokumen resmi kendaraan.

“Hari Rabu kami siap hadir dan membawa dokumen mobil tersebut. Jika Aipda RZ merasa memiliki surat-surat kendaraan itu, silakan buktikan. Namun, jika tidak bisa membuktikan, maka sebagai aparat penegak hukum, Aipda RZ harus mengembalikannya ke pihak kami,” tegasnya.

Baca Juga : Oknum Anggota Polsek Minasatene Diduga Kuasai Mobil Bodong, Kapolres Pangkep: Saya Cek, Silakan Dilaporkan

Ia juga mempertanyakan integritas Aipda RZ apabila benar membeli mobil tanpa dokumen resmi.

“Kalau hanya berdalil membelinya dengan bayar awal Rp50 juta tanpa kelengkapan surat, maka saya pribadi meragukan integritasnya sebagai aparat. Ini tidak sepatutnya dilakukan oleh penegak hukum,” ucapnya.

Menurutnya, tindakan seperti itu bisa merusak kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian dan bertentangan dengan semangat Presisi yang menjadi program kerja Kapolri.

“Akibat perbuatannya, bisa timbul ketidakpercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum seperti Aipda RZ. Ini bertolak belakang dengan program Presisi Kapolri,” pungkasnya.

Penulis : Hendra

Berita Terkait

Motor Petani Raib dari Garasi, Polisi Sumenep Berhasil Amankan Pelaku
Aksi Pencurian Rombong Jagung di Sumenep Terekam CCTV, Pelaku Diciduk di Pamekasan
Satresnarkoba Polresta Sumenep Bongkar Peredaran Sabu 81,53 Gram
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan 102 Botol Miras dari Dua Lokasi
GP Ansor Rubaru Sumenep Desak Penanganan Serius Dugaan Kekerasan Seksual Anak
Satreskrim Polresta Sumenep Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak, Pria 41 Tahun Ditahan
Yakuza Maneges Pusat Kediri Gandeng Pemdes Tarokan Tebar Ribuan Benih Ikan dan Sembako di Waduk Guworejo
Misteri Mayat Terbakar di Batang-Batang Simenep: Korban Perempuan 70 Tahun, Polisi Olah TKP

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 12:14 WIB

Motor Petani Raib dari Garasi, Polisi Sumenep Berhasil Amankan Pelaku

Kamis, 3 September 2026 - 11:59 WIB

Aksi Pencurian Rombong Jagung di Sumenep Terekam CCTV, Pelaku Diciduk di Pamekasan

Kamis, 3 September 2026 - 11:53 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Bongkar Peredaran Sabu 81,53 Gram

Rabu, 2 September 2026 - 22:43 WIB

GP Ansor Rubaru Sumenep Desak Penanganan Serius Dugaan Kekerasan Seksual Anak

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:35 WIB

Satreskrim Polresta Sumenep Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak, Pria 41 Tahun Ditahan

Berita Terbaru