KAMMI dan Konflik yang Tidak Benar-Benar Baru

Sabtu, 17 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Herianto (Eks Staff Humas PP KAMMI)

Nasional – Organisasi haruslah menjadi kawah candradimuka bagi para anggota-anggotanya dimana organisasi menjadi ruang belajar yang sehat, tempat kader ditempa untuk menjadi pemimpin masa depan yang menjunjung tinggi nilai keadilan, transparansi, dan partisipasi.

Kepemimpinan dalam organisasi kemahasiswaan seharusnya menjadi ajang pembelajaran demokrasi yang sehat dan elegan. Namun, dalam kenyataannya, proses tersebut kerap kali ternodai oleh intervensi pihak-pihak tertentu yang mengklaim memiliki otoritas moral semata karena senioritas. Fenomena ini bukan hal baru, termasuk dalam tubuh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Intervensi dan pengaruh yang berlebihan dari luar organisasi telah memicu ketegangan yang berkepanjangan, dan pada akhirnya menggerogoti integritas organisasi dari dalam.

Pemimpin yang tidak transparan dan minim partisipasi anggota kerap kali tidak memiliki legitimasi yang kuat di mata anggotanya. Mereka tidak tumbuh dari kepercayaan dan aspirasi kolektif, melainkan dari hasil kompromi elit yang berada di balik layar. Hal inilah yang terjadi dalam KAMMI baru-baru ini.

Konflik internal pun tidak terhindarkan. Ketika seorang pemimpin tidak mampu mengakomodasi keberagaman gagasan, maka ia cenderung menjalankan roda organisasi secara pasif, eksklusif, bahkan defensif.

Di sinilah awal mula disintegrasi pengurus dan munculnya friksi horizontal di berbagai lini kepengurusan. Kekecewaan meluas, kepercayaan luntur, dan efektivitas kerja organisasi menurun drastis.

Fenomena privilege senior yang terlalu dominan dalam proses pengambilan keputusan juga harus dikritisi. Senioritas seharusnya menjadi sumber inspirasi dan pengayoman, bukan alat legitimasi untuk mengatur arah organisasi sesuai kepentingan kelompok tertentu.

Ketika ruang demokrasi dikungkung oleh pengaruh senioritas yang otoritatif, maka regenerasi yang sehat menjadi mustahil, dan konflik menjadi keniscayaan.

Namun, masih ada jalan keluar.

Konflik yang telah terjadi perlu direspons dengan pendekatan dialogis yang tulus. Semua pihak, baik pengurus maupun anggota, harus duduk bersama untuk mendengarkan dan memahami perspektif satu sama lain.

Dibutuhkan itikad baik dari semua pihak untuk merumuskan, agar bisa menyatukan visi dan gerak langkah organisasi.

Di sisi lain, manajemen konflik menjadi kebutuhan mendesak bagi pengurus di berbagai tingkatan. Dengan kemampuan tersebut, para pengurus akan lebih siap menghadapi perbedaan pandangan secara konstruktif dan menjadikannya sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Waspada! Modus Tak Lazim Kejahatan Kini Mengintai Anak-Anak, Keluar Beli Makanan, Fauzan Ditemukan di Sempong Sumenep, Honda PCX Lenyap
Toko Albarokah yang Diduga Milik Distributor Rokok Dalill di Jabaan Sumenep Terbakar, Kerugian Capai Rp1,5 Miliar
Hari ke-106, Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id Sasar Janda Lansia Sakit Sebatangkara dan Anak Yatim
Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bululawang: Santri 14 Tahun Lapor Polisi Didampingi Yakuza Maneges
BPI KPNPA RI Bogor Desak DPRD Gulirkan Hak Angket, Soroti Gejolak dan Dugaan Korupsi di Kabupaten Bogor
Polresta Sumenep Bergerak, Dugaan Persetubuhan Anak Berujung Penahanan
Puluhan Paket Sabu Nyaris 50 Gram Dibongkar Polsek Masalembu, Pria 44 Tahun Diamankan
Lagi-lagi Pelecehan Seksual Anak : Didampingi Yakuza Maneges, Oknum Marbot Masjid Diserahkan ke Polresta Sidoarjo

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 23:04 WIB

Waspada! Modus Tak Lazim Kejahatan Kini Mengintai Anak-Anak, Keluar Beli Makanan, Fauzan Ditemukan di Sempong Sumenep, Honda PCX Lenyap

Kamis, 17 September 2026 - 17:48 WIB

Toko Albarokah yang Diduga Milik Distributor Rokok Dalill di Jabaan Sumenep Terbakar, Kerugian Capai Rp1,5 Miliar

Rabu, 16 September 2026 - 01:53 WIB

Hari ke-106, Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id Sasar Janda Lansia Sakit Sebatangkara dan Anak Yatim

Selasa, 15 September 2026 - 10:17 WIB

Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bululawang: Santri 14 Tahun Lapor Polisi Didampingi Yakuza Maneges

Minggu, 13 September 2026 - 13:26 WIB

BPI KPNPA RI Bogor Desak DPRD Gulirkan Hak Angket, Soroti Gejolak dan Dugaan Korupsi di Kabupaten Bogor

Berita Terbaru