Prahara Kades Pulau Santri Sapeken Sumenep vs Si Tato: Saya Bukan Orang Gila

Jumat, 22 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi wanita bertato (google) , Kades Sapeken, Joni Junaidi (kanan)

Foto Ilustrasi wanita bertato (google) , Kades Sapeken, Joni Junaidi (kanan)

SUMENEP – Pulau Sapeken, yang selama ini dielu-elukan sebagai pulau santri nan damai, kini diguncang prahara yang mengguncang nurani. Kepala Desa Sapeken, Joni Junaidi, terseret dalam laporan dugaan penganiayaan yang dilayangkan warganya sendiri, Nadia (21), sosok kontroversial yang akrab dijuluki “Si Tato” karena tubuhnya dipenuhi tinta permanen.

Tuduhan itu langsung ditepis keras oleh Kades Sapeken Joni Junaidi dan menyebut dirinya bukanlah orang gila, melainkan pemimpin desa yang berusaha menjaga marwah norma dan adat yang diwariskan leluhur Sapeken.

“Saya bukan orang gila! Apa untungnya saya melakukan penganiayaan? Saya pemimpin desa, bukan preman pasar. Saya hanya menjaga marwah Sapeken,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Joni kemudian mengurai kisah yang ia sebut sebagai akar persoalan.

Tahun 2024, ia pertama kali berjumpa Nadia setelah menerima laporan warga mengenai seorang perempuan nyentrik nongkrong larut malam di Pelabuhan Sapeken. Penampilannya dianggap mengusik norma setempat yakni berambut pirang, penuh tato, bercelana mini, tanktop, dan merokok bersama seorang pria.

“Waktu dicek, benar. Ternyata dia Nadia warganya Kadus yang lama merantau ke Bali. Saat ditanya soal ibadah, jawabannya enteng, sudah lupa. Itu yang membuat warga marah, karena dianggap melecehkan agama,” tutur Joni, Rabu (20/8/2025).

Untuk meredam kegaduhan kala itu, Joni membuat surat perjanjian. Nadia wajib berpakaian sopan bila berada di Sapeken. Namun perjanjian tinggal kertas kosong. Beberapa bulan kemudian, ia kembali dengan gaya lama.

Hingga pada Rabu (13/8), pertemuan keduanya di pelabuhan berujung pada letupan emosi.

“Saya tanya baik-baik, kenapa tidak taat perjanjian. Jawabannya sinis, tatapannya melotot sambil makan cilok. Karena merasa diremehkan, saya spontan menepuk pipinya m. Itu pun hanya menyerempet, kena ciloknya. Bukan penganiayaan,” tegas Joni.

Meski demikian, Nadia melapor ke polisi. Kapolsek Sapeken, AKP Taufik, membenarkan laporan itu.

“Benar, ada laporan dengan terlapor saudara Joni Junaidi. Saat ini sedang kami proses.” terangnya.

Namun, bagi Joni, perkara ini jauh melampaui sekadar pasal hukum. Baginya, ini pertarungan nilai antara adat religius Sapeken melawan arus modernitas yang dianggap mengikis moral.

“Ini bukan soal saya benar atau dia yang salah. Ini soal Sapeken. Apakah kita tetap teguh menjaga adat, atau kita biarkan rusak dihantam budaya bebas dari luar?” tandas Joni.

Dukungan moral datang dari KH Ad Dailamy Abuhurairah, tokoh kharismatik setempat. Menurut Joni, sang kiai justru menguatkannya: menjaga Sapeken berarti menjaga marwah agama dan leluhur.

Kasus ini pun menyeret perhatian publik. Bahkan komentar pedas Ketua PKDI Sumenep, H. Ubaid, ikut mewarnai. Namun Joni memilih tenang.

“Beliau mungkin belum tahu kronologinya. Yang jelas, PKDI adalah rumah kita bersama. Kita tetap harus objektif,” pungkasnya, Jumat, 22/08.

Kini, prahara Sapeken tidak lagi sekadar laporan penganiayaan. Ia menjelma menjadi panggung besar pertarungan ideologi antara tradisi yang dijaga ketat, melawan kebebasan individu yang merangsek masuk.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar
LSM RATU Akan Demo Soal Perizinan Soto Mantenan, Kuasa Hukum Tegaskan Izin Usaha Lengkap dan Taat Pajak
PH Soto Mantenan Buka Suara Terkait Somasi Merek, Perizinan Usaha, hingga Keberatan Pemberitaan
Tertipu Pengacara Gadungan, Wanita asal Jombang Rugi Rp97,5 Juta dan Lapor Polisi
LSM RATU Soroti Legalitas PBG dan SLF Soto Mantenan Kediri, Netizen Merekat Sorotan Merek
Gagal Nyalip, Truk Hantam Pemotor Asal Sumenep Wail Hingga Tewas di Jalur Bojonegoro-Babat
Polsek Kangean Ungkap Dugaan Pencabulan Anak di Arjasa, Pria 43 Tahun Diamankan

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:29 WIB

Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:05 WIB

LSM RATU Akan Demo Soal Perizinan Soto Mantenan, Kuasa Hukum Tegaskan Izin Usaha Lengkap dan Taat Pajak

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:33 WIB

PH Soto Mantenan Buka Suara Terkait Somasi Merek, Perizinan Usaha, hingga Keberatan Pemberitaan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Tertipu Pengacara Gadungan, Wanita asal Jombang Rugi Rp97,5 Juta dan Lapor Polisi

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB