Predator Anak Robatal Berkeliaran, Polres Sampang Ogah Publikasikan Pamflet DPO

Sabtu, 23 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Polres Sampang, tempat aparat berjanji memburu pelaku pencabulan anak yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO) (foto: A. Junaidi Detikzone.id)

Gedung Polres Sampang, tempat aparat berjanji memburu pelaku pencabulan anak yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO) (foto: A. Junaidi Detikzone.id)

SAMPANG – Kasus pencabulan anak di bawah umur di Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, terus memicu gejolak. Polres Sampang telah menetapkan BS, warga Kecamatan Ketapang, sebagai daftar pencarian orang (DPO) sejak 20 Agustus 2025. Namun, langkah kepolisian menahan publikasi pamflet DPO justru menimbulkan kritik keras dari publik.

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Senin, 28 Juli 2025, dan baru dilaporkan oleh korban bersama keluarganya dua hari kemudian. Hingga kini, keberadaan BS masih buron.

Kapolres Sampang, AKBP Hartono, membenarkan status DPO tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah ada DPO sejak tanggal 20 Agustus,” ujarnya singkat, Sabtu (23/8/2025).

Kasat Reskrim Polres Sampang, AKP Safril Selfianto, menegaskan pihaknya serius memburu pelaku.

“Kami akan bekerja sampai pelaku tertangkap. Mohon doanya,” katanya.

Meski begitu, ia mengakui pamflet DPO belum dipublikasikan ke publik. Alasannya, agar pelaku tidak semakin jauh melarikan diri.

Pernyataan itu justru memantik kritik. Kuasa hukum korban yang juga Ketua LBH Janur Sampang, Andi Subahri, menilai sikap kepolisian tidak sejalan dengan prinsip perlindungan anak, keterbukaan publik, serta akuntabilitas hukum.

“Menunda publikasi pamflet DPO jelas kontraproduktif. Justru masyarakat bisa menjadi mata dan telinga aparat untuk mempercepat penangkapan pelaku. Semakin ditutupi, semakin besar peluang pelaku kabur,” tegasnya.

Andi bahkan menyebut keputusan Polres Sampang berpotensi menghambat proses hukum dan memperlambat pemulihan hak-hak korban.

“Ini bukan perkara sepele. Pelaku predator anak masih berkeliaran. Harus ada langkah cepat, bukan sekadar janji,” ungkapnya.

Situasi di Robatal disebut mulai memanas. Kabar keberadaan pelaku sudah santer beredar, namun belum ada tindakan tegas yang menenangkan publik.

“Logikanya, pamflet DPO akan membuat masyarakat waspada sekaligus membantu polisi. Jika wajah pelaku tidak diumumkan, bagaimana masyarakat bisa melaporkan jika melihatnya?” tambah Andi.

Kini, sorotan publik tertuju pada Polres Sampang. Apakah langkah menahan pamflet DPO benar-benar strategi efektif, atau justru bentuk kelalaian dalam menangani kasus yang menyangkut masa depan anak bangsa.

 

Penulis : A. Junaidi

Berita Terkait

Sakit Hati Usai Bercerai, Pria di Kediri Nekat Bakar Rumah dan Kendaraan Mantan Istri
Menakar Ketegasan Polisi di Pusaran Perjudian Kediri: Komitmen Kamtibmas atau Sekadar Retorika?
LSM PIAR Desak Audit Aset Daerah yang Dijadikan Dapur SPPG, Minta BPPKAD dan BGN Bertindak
Baru Diaspal, Jalan Mawar Indah Probolinggo Sudah Bergelombang, Warga Pertanyakan Kualitas Pengerjaan
Sempat Memanas di WhatsApp dan TikTok, Perselisihan Eks Karyawan dengan Pimpinan Salon di Kediri Berakhir Damai
Dugaan Praktik Perjudian di Ngancar Menantang Taji APH: Warga Tuntut Langkah Nyata
Temukan Jasad Bayi Laki-Laki di Kawasan Hutan Karet Mojo Kediri, Warga Lapor Polisi Minta Pelaku Segera Ditangkap
Icha Chellow dan Mala Agatha Dilaporkan Yakuza Maneges ke Polresta Malang Kota

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:54 WIB

Sakit Hati Usai Bercerai, Pria di Kediri Nekat Bakar Rumah dan Kendaraan Mantan Istri

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:07 WIB

Menakar Ketegasan Polisi di Pusaran Perjudian Kediri: Komitmen Kamtibmas atau Sekadar Retorika?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:03 WIB

LSM PIAR Desak Audit Aset Daerah yang Dijadikan Dapur SPPG, Minta BPPKAD dan BGN Bertindak

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:20 WIB

Baru Diaspal, Jalan Mawar Indah Probolinggo Sudah Bergelombang, Warga Pertanyakan Kualitas Pengerjaan

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:52 WIB

Sempat Memanas di WhatsApp dan TikTok, Perselisihan Eks Karyawan dengan Pimpinan Salon di Kediri Berakhir Damai

Berita Terbaru