Istri Tewas Dijerat Tali Sepatu, Suami Meninggal Usai Diduga Minum Racun

Selasa, 23 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situbondo, Detikzone.id– Suasana Dusun Ardani, Desa Peleyan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo mendadak gempar. Warga dikejutkan dengan peristiwa mengenaskan yang menimpa pasangan suami istri, Nur Faize (30) dan suaminya Rasidi (32). Sang istri ditemukan tewas dengan bekas jeratan di leher, sementara sang suami meninggal dunia beberapa jam kemudian setelah diduga menenggak minuman bercampur pestisida.

Peristiwa ini pertama kali terungkap sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, Dila Safira (18) bersama adik iparnya, Nur Muhammad Sya’bani (13), datang ke kamar korban untuk mengantarkan bingkisan makanan. Betapa terkejutnya keduanya ketika mendapati Nur Faize sudah tergeletak tak bernyawa, dengan tanda bekas jeratan di leher.

Saksi kemudian berteriak meminta bantuan keluarga lain. Korban segera dievakuasi ke Puskesmas Kapongan. Namun hasil pemeriksaan medis menyatakan Nur Faize sudah meninggal dunia sebelum tiba di fasilitas kesehatan. Petugas puskesmas yang menemukan kejanggalan segera melaporkan kasus ini ke Polsek Kapongan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, warga juga menyaksikan hal ganjil pada suami korban, Rasidi. Saat korban ditemukan, Rasidi berada di ruang tamu dalam kondisi kejang-kejang sambil berteriak. Ia lalu dilarikan ke RSUD dr. Abdoerrahem Situbondo. Sayangnya, upaya medis tak mampu menyelamatkan nyawanya. Pada pukul 16.20 WIB, pihak rumah sakit menyatakan Rasidi telah meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan visum luar menunjukkan tidak ada tanda penganiayaan pada tubuh Rasidi. Namun, dari mulutnya keluar cairan berbau menyengat bercampur merah. Diduga kuat cairan itu identik dengan isi botol minuman Fanta yang ditemukan di kamar korban. Tim forensik menduga Rasidi mengakhiri hidupnya dengan menenggak minuman yang dicampur pestisida.

Dalam olah TKP, Polsek Kapongan bersama Satreskrim Polres Situbondo menemukan sejumlah barang bukti penting, di antaranya : dua buah tali sepatu warna biru, botol minuman fanta kecil dengan sisa cairan mencurigakan, selimut dan kerudung milik korban, kaos singlet coklat tua, sepatu bola biru di dapur belakang, yang talinya identik dengan tali jeratan.

Dari keterangan anak korban, sekitar pukul 12.30 WIB, ayahnya sempat meminjam tali sepatu bola miliknya. Fakta ini menguatkan dugaan bahwa tali tersebut digunakan untuk menjerat leher sang istri. Tim Inafis Polres Situbondo yang turun langsung ke lokasi menyimpulkan, Nur Faize tewas akibat jeratan tali sepatu. Luka jerat terlihat jelas di leher dengan simpul berada di belakang. Pecahnya retina mata juga menjadi indikasi kuat bahwa korban meninggal karena kekerasan fisik berupa cekikan.

Setelah melakukan aksinya, Rasidi diduga nekat mengakhiri hidupnya sendiri. Bekas jeratan pada telapak dan punggung tangannya semakin memperkuat dugaan bahwa ia sendiri yang melakukan tindakan keji tersebut terhadap istrinya. Kasus ini segera ditangani serius. Kasat Reskrim Polres Situbondo, Kapolsek Kapongan, Unit Pidum, KBO Reskrim, serta tim Inafis langsung mendatangi lokasi sejak sore hari hingga malam.

Garis polisi dipasang, saksi-saksi diperiksa, serta jenazah korban maupun pelaku dibawa ke rumah sakit untuk proses visum luar.

Namun, berdasarkan permintaan keluarga serta arahan Kasat Reskrim, diputuskan untuk tidak dilakukan autopsi. Jenazah akhirnya diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Sekitar pukul 20.15 WIB, jenazah tiba di rumah duka untuk prosesi pemakaman.

Meski kejadian sempat menyedot perhatian banyak warga, suasana di lokasi tetap kondusif. Aparat gabungan memastikan proses penyelidikan berjalan aman dan lancar. Sejumlah pejabat desa termasuk Kepala Desa Peleyan ikut hadir dalam penanganan di TKP.

Kasus ini meninggalkan duka mendalam sekaligus menjadi peringatan betapa rentannya masalah rumah tangga berakhir dengan tragedi. Polisi memastikan proses hukum tetap berlanjut dengan mengumpulkan barang bukti dan laporan resmi sebagai bahan evaluasi.

Penulis : Anton

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru