Nelayan Pantura Madura Duduki Laut, Tolak Eksplorasi Petronas Gara-Gara Rp21 Miliar Dana Rumpon

Minggu, 28 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, Detikzone.id – Laut utara Madura kembali memanas. Puluhan nelayan yang tergabung dalam Persatuan Nelayan Pantura Madura (PNPM) melakukan aksi demonstrasi di perairan Sumur Barokah, menolak aktivitas eksplorasi migas oleh perusahaan asing Petronas bersama SKK Migas.( 28/09/2025).

Sejak pukul 06.00 WIB, belasan kapal nelayan berlayar ke titik eksplorasi. Mereka mengibarkan spanduk berisi tuntutan tegas agar Petronas menghentikan seluruh kegiatan sampai persoalan dana kompensasi rumpon sebesar Rp21 miliar diselesaikan.

Aksi itu berlangsung dramatis. Deretan kapal nelayan yang mengepung lokasi eksplorasi menjadi simbol perlawanan terbuka terhadap perusahaan migas yang dinilai mengabaikan hak-hak masyarakat pesisir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator lapangan aksi, Faris Reza Malik, menegaskan bahwa inti penolakan bukan sekadar anti-investasi, melainkan menuntut keadilan dan kepastian hukum. Menurutnya, Petronas tidak pantas melanjutkan kegiatan sebelum melunasi kewajiban terhadap nelayan.

“Kami menolak keras Petronas melakukan eksplorasi sebelum dana ganti rugi Rp21 miliar dibayarkan. Petronas harus menghormati proses hukum yang kini bergulir di Polda Jatim, Kejati Jatim, Kejagung RI, bahkan KPK RI,” tegas Faris di atas kapal.

Ia mengingatkan, proses hukum terkait dana kompensasi tersebut masih berjalan panjang. Petronas, kata Faris, seolah berusaha mengalihkan perhatian publik dengan memaksakan aktivitas eksplorasi, padahal hak nelayan masih terkatung-katung.

Faris menambahkan, nelayan tidak menolak pembangunan nasional maupun investasi asing. Namun ia menekankan, investasi tidak boleh menginjak-injak hak rakyat kecil yang menggantungkan hidup dari laut.

“Kalau proses hukum sudah tuntas, ganti rugi dibayar, dan tersangka ditetapkan, silakan Petronas kembali bekerja. Tapi sebelum itu, jangan coba-coba,” tandasnya.

PNPM menilai kasus dana rumpon Rp21 miliar adalah potret nyata lemahnya perlindungan negara terhadap nelayan. Mereka khawatir, jika masalah ini tidak segera diselesaikan, eksplorasi migas hanya akan memperpanjang penderitaan warga pesisir.

Selain itu, nelayan menuding ada indikasi kongkalikong antara pihak perusahaan dengan oknum tertentu. Mereka mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas tanpa pandang bulu agar persoalan tidak semakin menimbulkan gejolak sosial.

Aksi di laut tersebut menjadi tekanan moral sekaligus politik. PNPM berharap pemerintah pusat turun tangan, bukan hanya sebagai penonton, melainkan penengah yang adil.

“Negara jangan diam. Kalau terus dibiarkan, jangan salahkan nelayan bila melakukan aksi yang lebih besar,” ancam Faris.

Aksi nelayan Pantura ini menegaskan bahwa eksplorasi migas bukan hanya soal energi, melainkan soal keadilan sosial. Selama hak-hak dasar mereka belum dipenuhi, Sumur Barokah akan tetap menjadi titik bara perlawanan.

Berita Terkait

Fasilitas Sepi Bak “Wisata Gaib”, Anggaran Kebersihan Gerbang Wisata Sukapura Probolinggo Sedot Rp400 Juta Lebih
Remaja Situbondo Diduga Dianiaya Prada TNI AL di Dalam Rumah, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Pengusaha Rokok Madura Kompak Melawan! Tolak SKM Golongan III Berlaku Nasional, Khawatir Industri Lokal Tumbang dan Ribuan Pekerja Kehilangan Harapan
Kue Ulang Tahun Picu Badai Etik! Kasat Reskrim Polres Sidrap Dilaporkan ke Propam Mabes Polri
Usai Menggetarkan Indonesia Lewat Sederet Aksi Kemanusiaan Secara Masif, Founder BIP Ali Zainal Abidin Kini Luncurkan LBH Gratis untuk Masyarakat Kecil
Bumi Pamekasan Terancam, PMII Desak Penertiban Tambang Ilegal
Operasi Rokok Ilegal di Candi Sidoarjo Tuai Sorotan, Pedagang Kecil Mengeluh, Pabrik Besar Belum Tersentuh?
Pengusaha Rokok Sidoarjo Haji Samsul Huda Mengemuka dalam Dugaan Skandal Cukai Rokok, KPK Didesak Tidak Tebang Pilih

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 10:41 WIB

Fasilitas Sepi Bak “Wisata Gaib”, Anggaran Kebersihan Gerbang Wisata Sukapura Probolinggo Sedot Rp400 Juta Lebih

Senin, 1 Juni 2026 - 00:06 WIB

Remaja Situbondo Diduga Dianiaya Prada TNI AL di Dalam Rumah, Keluarga Tempuh Jalur Hukum

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:12 WIB

Pengusaha Rokok Madura Kompak Melawan! Tolak SKM Golongan III Berlaku Nasional, Khawatir Industri Lokal Tumbang dan Ribuan Pekerja Kehilangan Harapan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:17 WIB

Kue Ulang Tahun Picu Badai Etik! Kasat Reskrim Polres Sidrap Dilaporkan ke Propam Mabes Polri

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:58 WIB

Usai Menggetarkan Indonesia Lewat Sederet Aksi Kemanusiaan Secara Masif, Founder BIP Ali Zainal Abidin Kini Luncurkan LBH Gratis untuk Masyarakat Kecil

Berita Terbaru