Merajalela, Peredaran Rokok Bodong Suryaku Milik H Horrah Pamekasan Tampar Wibawa Menkeu Purbaya dan Bea Cukai Madura

Selasa, 30 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rokok ilegal Suryaku, yang ditengarai milik Haji Horrah, terus diproduksi dan beredar tanpa hambatan, menampar kewibawaan  BC dan pemerintah pusat

Rokok ilegal Suryaku, yang ditengarai milik Haji Horrah, terus diproduksi dan beredar tanpa hambatan, menampar kewibawaan BC dan pemerintah pusat

PAMEKASAN – Peredaran rokok ilegal di Kabupaten Pamekasan kian merajalela. Ironisnya, praktik haram ini terjadi di bawah pengawasan Bea Cukai (BC) Madura dan Aparat Penegak Hukum (APH) setempat yang seolah menutup mata meski Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sudah memberi peringatan keras, Selasa (30/09/2025).

Salah satu yang menjadi sorotan adalah rokok merk Suryaku, yang ditengarai milik Haji Horrah, warga Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan. Alih-alih diberantas, produk ilegal tersebut kini malah meluncurkan varian anyar Suryaku Black Edition isi 20 batang.

“Rokok merk Suryaku itu ditengarai milik Haji Horrah. Kini malah mengeluarkan produk baru Suryaku Black Edition,” ungkap sumber Detikzone yang mengantongi segudang data soal rokok ilegal di Pamekasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih mengejutkan, meski produk rokok bodong tersebut terang-terangan melanggar undang-undang, faktanya justru seakan dipelihara. Aparat penegak hukum hingga Bea Cukai Madura disebut-sebut sudah mengetahui titik produksi serta pemiliknya, namun enggan menindak.

“Herannya kenapa dibiarkan. Mereka pasti tahu keberadaan rokok ilegal dan siapa bosnya, tapi seakan enggan menindak,” lanjut sumber.

Aktivis pemerhati Bea Cukai Jawa Timur, Ahmadi, bahkan menyebut Pamekasan sudah terkenal sebagai “surga rokok bodong”.

“Menkeu Purbaya jangan hanya cuap-cuap di media, tapi harus ada bukti nyata. Pamekasan ini sudah lama dikenal jadi sarang produksi rokok ilegal,” tegasnya.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai integritas pengawasan Bea Cukai Madura di bawah pimpinan Novian Dermawan. Terlebih, program Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang setiap tahun menghabiskan miliaran rupiah untuk penindakan, kini dianggap tak lebih dari seremonial tanpa hasil nyata.

Lebih jauh, bebasnya peredaran rokok ilegal di Pamekasan dinilai menampar kewibawaan Presiden Prabowo Subianto yang dalam kepemimpinannya berkomitmen memberantas segala bentuk mafia ekonomi.

Ahmadi berharap, Menteri Keuangan Purbaya benar-benar serius menindak para mafia rokok ilegal yang merugikan negara, menciptakan persaingan usaha tidak sehat, sekaligus mengancam kesehatan masyarakat.

‘Jangan biarkan masalah ini semakin jadi penyakit bagi negara,” tandasnya.

Sementara Kepala Bea Cukai Madura, Novian Dermawan, dan Haji Horrah yang disebut sebagai bos rokok ilegal merk Suryaku, belum bisa dimintai keterangan hingga berita ini terbit.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Menakar Ketegasan Polisi di Pusaran Perjudian Kediri: Komitmen Kamtibmas atau Sekadar Retorika?
LSM PIAR Desak Audit Aset Daerah yang Dijadikan Dapur SPPG, Minta BPPKAD dan BGN Bertindak
Baru Diaspal, Jalan Mawar Indah Probolinggo Sudah Bergelombang, Warga Pertanyakan Kualitas Pengerjaan
Sempat Memanas di WhatsApp dan TikTok, Perselisihan Eks Karyawan dengan Pimpinan Salon di Kediri Berakhir Damai
Dugaan Praktik Perjudian di Ngancar Menantang Taji APH: Warga Tuntut Langkah Nyata
Temukan Jasad Bayi Laki-Laki di Kawasan Hutan Karet Mojo Kediri, Warga Lapor Polisi Minta Pelaku Segera Ditangkap
Icha Chellow dan Mala Agatha Dilaporkan Yakuza Maneges ke Polresta Malang Kota
Keluhan Warga Morosunggingan Belum Tuntas, Dugaan Penyimpangan Pupuk Subsidi Kembali Menjadi Sorotan

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:07 WIB

Menakar Ketegasan Polisi di Pusaran Perjudian Kediri: Komitmen Kamtibmas atau Sekadar Retorika?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:03 WIB

LSM PIAR Desak Audit Aset Daerah yang Dijadikan Dapur SPPG, Minta BPPKAD dan BGN Bertindak

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:20 WIB

Baru Diaspal, Jalan Mawar Indah Probolinggo Sudah Bergelombang, Warga Pertanyakan Kualitas Pengerjaan

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:52 WIB

Sempat Memanas di WhatsApp dan TikTok, Perselisihan Eks Karyawan dengan Pimpinan Salon di Kediri Berakhir Damai

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:09 WIB

Dugaan Praktik Perjudian di Ngancar Menantang Taji APH: Warga Tuntut Langkah Nyata

Berita Terbaru