PAMEKASAN – Janji tegas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk memberantas rokok ilegal kini benar-benar diuji. Di tengah gencarnya seruan pemberantasan dan penegakan hukum, justru muncul fakta memalukan dari Madura. Kabupaten Pamekasan kembali menjadi sarang produksi rokok ilegal yang seolah kebal hukum.
Dalam pernyataannya, Menkeu Purbaya menegaskan bakal menyapu bersih para pelaku rokok ilegal hingga ke akar-akarnya, termasuk oknum Bea Cukai dan Kemenkeu jika terbukti terlibat. Namun, realitas di lapangan justru berbanding terbalik.
Bea Cukai (BC) Madura yang berada di bawah kendali Novian Dermawan terkesan menutup mata. Di wilayah pengawasannya, tepatnya di Kabupaten Pamekasan, rokok ilegal merek “R.A” hasil mesin isi 20 batang, justru diproduksi dan beredar bebas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pabriknya ditengarai berada di Dusun Maddis, Desa Pamaroh, Kecamatan Kadur,” ungkap sumber Jurnalis Indonesia.
Rokok tanpa pita cukai itu bahkan telah menyebar hingga Kabupaten Sumenep dan dijual dengan harga murah, sekitar Rp10 ribu per bungkus. Ironisnya, hingga kini Kepala Bea Cukai Madura, Novian Dermawan, belum memberikan keterangan resmi terkait pembiaran tersebut.
Aktivis pemerhati Bea Cukai Jawa Timur, Ahmadi, menyebut kondisi ini sebagai bentuk pembangkangan terhadap perintah Menkeu.
“Para pelaku rokok ilegal di Pamekasan seolah menantang Menteri Purbaya. Bukannya takut, mereka malah makin menjadi. Purbaya harus turun langsung, jangan cuma bicara di media,” tegas Ahmadi.
Ia menambahkan, Pamekasan kini dikenal sebagai “surga rokok bodong”, di mana pelaku industri ilegal bisa beroperasi tanpa rasa takut.
“Kalau dibiarkan, ini bukan hanya merugikan negara, tapi juga mencoreng komitmen pemerintah dalam menegakkan keadilan,” tambahnya.
Fakta ini memunculkan tanda tanya besar tentang profesionalitas dan integritas aparat pengawasan Bea Cukai Madura. Sementara miliaran rupiah dana DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) yang digelontorkan setiap tahun, tampak tak berdaya menghadapi gurita bisnis rokok ilegal yang menjamur di Bumi Gerbang Salam.
Publik kini menanti bukti nyata dari Menteri Purbaya. Apakah janjinya untuk menangkap para pelaku rokok ilegal akan ditepati, atau hanya akan menguap bersama asap rokok bodong yang semakin pekat di langit Pamekasan.
Tim investigasi Detikzone terus menelusuri jejak produksi dan distribusi rokok ilegal ini yang diyakini melibatkan jaringan besar lintas kabupaten.
Penulis : Redaksi








