Industri Rokok Ilegal Madura Kian Brutal, Merek ST16MA yang Diduga Milik Haji Sehri Pamekasan Seakan Dibiarkan Bebas oleh Bea Cukai

Senin, 20 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN — Industri rokok ilegal di Madura tampaknya semakin tak terbendung. Setelah berbagai merek bodong bermunculan, kini giliran ST16MA yang menjadi sorotan publik. Rokok ini beredar luas di pasaran dengan lima varian berbeda, Blueberry, Mango Boost, Premium, Bold, dan Absolute. Semuanya tanpa pita cukai sedikit pun menempel di kemasannya.

Ironisnya, meski pelanggaran ini tampak begitu terang di depan mata, tidak ada tindakan berarti dari aparat penegak hukum maupun Bea Cukai Madura.

Informasi di lapangan menyebutkan bahwa ST16MA diduga kuat milik seorang pengusaha berpengaruh di Pamekasan, Haji Sehri, yang dikenal publik sebagai “sultan kebal hukum”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Produk tersebut kini mendominasi warung-warung kecil hingga toko eceran di sejumlah kecamatan di Pamekasan. Dengan harga jauh di bawah rokok legal dan kemasan yang menarik, ST16MA dengan cepat menembus pasar, bahkan mulai dikirim ke luar daerah.

“Semua orang tahu rokok ini tidak bercukai. Tapi herannya, bisa beredar bebas tanpa gangguan apa pun. Seolah aparat tutup mata,” ujar seorang pedagang di Kecamatan Galis.

Para pengusaha rokok legal di Madura pun geram. Mereka menilai pembiaran terhadap ST16MA adalah bentuk ketidakadilan yang nyata dalam penegakan hukum.

“Bayangkan, kami bayar cukai, pajak, dan patuh aturan. Tapi mereka yang ilegal justru dilindungi oleh diamnya aparat. Ini tidak sehat,” tegas salah satu pemilik pabrik rokok resmi di Pamekasan.

Dugaan kedekatan antara pemilik ST16MA dan sejumlah oknum aparat pun mencuat. Sebab, hingga kini tidak ada satu pun operasi penindakan yang menyentuh pabrik atau jaringan distribusinya, padahal peredaran produk ini sangat masif dan mudah dilacak.

Aktivis Madura Watch, Rafiuddin, menilai kondisi ini sudah di luar batas kewajaran.

“Ini bukan lagi pelanggaran kecil, tapi bentuk perlawanan terhadap negara. Kalau Bea Cukai Madura tidak bisa menindak, sebaiknya Kementerian Keuangan langsung turun tangan,” ujarnya.

Keberadaan ST16MA menjadi simbol kegagalan aparat dalam menegakkan hukum di sektor cukai Madura. Di tengah gencarnya slogan “Gempur Rokok Ilegal”, justru para bandar besar semakin berani bermain terang-terangan.

Jika situasi ini terus dibiarkan, bukan hanya negara yang dirugikan, tetapi juga wibawa hukum akan runtuh di hadapan uang dan kekuasaan.

Hingga berita ini diterbitkan, Haji Sehri belum dapat dikonfirmasi, sementara Kepala Bea Cukai Madura juga belum memberikan keterangan resmi terkait peredaran rokok ST16MA yang kian brutal di sejumlah daerah.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru